Perbedaan Katun, Rayon dan Viscose

Bahan pakaian atau benang yang paling terkenal di dunia adalah katun dan sutra. Namun, karena sutra terbilang cukup mahal maka digunakanlah rayon dan viscose sebagai bahan atau benang pengganti.

Lalu, apakah perbedaan katun, rayon dan viscose?

Sebelum membahas perbedaan, mari kita ulas sekilas mengenai bahan katun, rayon dan viscose terlebih dulu beserta kelebihan serta kekurangannya.

Katun

Kain katun adalah bahan tekstil lembut yang terbuat dari serat tanaman kapas (lebih tepatnya fluffy fiber atau cotton wool) dari genus Gossypium dalam famili Malvaceae. Serat kapas tersebut hampir semuanya murni selulosa dan dapat juga mengandung persentase lilin yang kecil, lemak, pektin, dan air.

Serat alami katun mudah menyerap kelembaban sehingga ideal dipakai untuk cuaca hangat. Selain itu, perawatannya cukup mudah dan memiliki sifat hipoalergenik sehingga tidak menimbulkan alergi bagi pemakainya. Alasan ini juga yang membuat baju dari kain katun banyak digunakan untuk everyday use.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan katun.

Kelebihan Katun:
- Memiliki karakter tekstur yang kuat meskipun pada kondisi basah.
- Lembut dan nyaman, aman untuk kulit sensitif.
- Tidak mudah luntur dengan perawatan yang tepat.
- Dapat menyerap air dengan baik (higroskopis).
- Tahan terhadap suhu panas, bahkan ketika memakai setrika bersuhu tinggi.
- Bisa tahan terhadap obat-obat kelantang.
- Mampu menarik panas tubuh pemakainya.

Kekurangan Katun:
- Sangat menyerap air dan menjadi berat ketika basah, sehingga dapat membuat bahan mudah melar.
- Terkadang licin dan tidak elastis yang kadang membuat para perajut sedikit kesulitan untuk menjaga ketegangan, bahkan kadang dapat menjadi sangat keras.
- Beberapa warna gelap khususnya warna merah, biru, dan hitam akan luntur ketika dicuci.
- Dapat susut ketika dicuci untuk beberapa jenis katun.
- Mudah kusut dan mengerut sehingga harus rutin disetrika.
- Tidak tahan terhadap asam mineral dan asam organik.
- Menggunakan banyak air dalam proses pembuatannya, sehingga dibutuhkan teknologi yang tepat agar ramah lingkungan.

Rayon

Kain rayon terbuat dari serat kayu yang diubah menjadi selulosa. Kayu populer yang digunakan untuk dijadikan rayon antara lain eucalyptus, spruce, pinus, dan bambu. Bahkan, rayon bambu adalah kain lembaran yang sangat populer.

Rayon memiliki jatuh yang bagus (karena bahannya ringan), sangat menyerap, dan terasa sangat lembut. Rayon adalah kain semi-sintetis. Kain ini melalui proses kimia selama pembuatan, tetapi terbuat dari pulp kayu alami.

Rayon terbuat dari selulosa yang diregenerasi (zat yang ditemukan di dinding sel tanaman). Tanaman dihancurkan secara mekanis, kemudian pulp tersebut dicairkan secara kimia. Setelah itu, cairan tersebut dipintal kembali menjadi kain yang menjadi rayon. Rayon dapat dikombinasikan dengan kain seperti lyocell atau bambu untuk menciptakan rasa yang lebih lembut.

Berikut kelebihan dan kekurangan rayon.

Kelebihan Rayon:
- Karakteristiknya ringan, karena teksturnya ini membuat rayon sering digunakan untuk pakaian sehari-hari.
- Terkenal murah namun terlihat sangat bagus karena tampak seperti sutra.
- Bahan kain ini juga termasuk salah satu bahan yang breathable sehingga terasa sejuk saat digunakan.
- Rayon cukup mudah untuk diwarnai sehingga para produsen memilih bahan ini untuk membuat berbagai jenis pakaian berwarna-warni.
- Rayon fleksibel, dapat dicampurkan dengan bahan lain untuk menciptakan berbagai jenis tekstur dan karakteristik kain, seperti rayon jersey yang dicampur dengan katun atau wol.
- Karena berasal dari bahan alami, rayon lebih mudah terurai dibandingkan serat sintetis penuh, menjadikannya alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Kekurangan Rayon:
- Kain rayon ini mudah menyusut dan juga kusut karena kain ini terbuat dari tumbuhan sehingga cukup sensitif.
- Bahan rayon juga mudah berbau dan berjamur karena kemampuannya dalam menyerap kelembaban yang baik.
- Rayon mudah terbakar sehingga tidak bisa disetrika terlalu panas.
- Rayon mudah luntur, sehingga kain bahan rayon jangan dicuci dengan jenis pakaian lainnya dan jangan menggunakan pemutih.
- Dibandingkan serat alami seperti katun atau polyester, rayon kurang elastis sehingga lebih mudah tertarik dan robek, serta kurang tahan lama dalam penggunaan.
- Kurang ramah lingkungan, sebab sebagian besar kayu yang digunakan untuk rayon berasal dari hutan yang terancam punah.

Viscose

Kain viscose adalah jenis rayon yang dibuat dengan cairan organik yang disebut viscose. Terasa mirip dengan rayon tetapi memiliki tampilan yang lebih halus seperti sutra.

Viscose terbuat dari bubur kayu atau serat kapas (lebih tepatnya cotton linter). Jenis kayu yang populer adalah eukaliptus, pinus, dan beech.

Viscose terbuat dari bubur kayu (atau selulosa kayu), yang merupakan serat alami. Namun, produksi viscose melibatkan perlakuan kimia, sehingga tidak sepenuhnya alami atau sepenuhnya sintetis. Banyak produsen menyebutnya sebagai serat semi-sintetis.

Viscose dibuat dengan memasukkan pulp kayu ke dalam soda kaustik yang mengandung viscose, karbon disulfida, dan natrium hidroksida. Setelah bahan mentah diolah dan dicuci, bahan tersebut diproses kembali untuk menciptakan serat. Serat selulosa hasil regenerasi ini digunakan untuk membuat kain viscose. Proses viscose menghasilkan kain semi-sintetis yang terasa seperti kapas tetapi terlihat seperti sutra.

Video mengenai viscose dan bagaimana membuatnya:
https://www.youtube.com/embed/reNFuqrNpdU?showinfo=0

Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan viscose.

Kelebihan Viscose:
- Viscose ringan dan breathable, sehingga membuatnya cocok menjadi kain musim panas.
- Viscose jatuh dengan baik dan terasa lembut serta nyaman, sehingga membuatnya menjadi pilihan yang bagus untuk dipadukan dengan jenis kain lain.
- Memiliki warna yang lebih tahan lama meskipun dicuci beberapa kali.
- Sangat mudah menyerap keringat dan tidak menyerap panas.

Kekurangan Viscose:
- Mudah kusut dan mungkin menyusut atau melemah/memecah saat dicuci.
- Viscose tidak terlalu ramah lingkungan. Bahan ini dapat berkontribusi pada deforestasi dan menggunakan banyak air dalam proses pembuatannya.
- Agak sulit menghilangkan noda di kain yang menggunakan benang viscose.
- Kualitas kain akan berkurang ketika terpapar sinar matahari dan rentan terhadap jamur.

Berikut tabel perbedaan bahan katun, rayon dan viscose.

Sumber:
https://www.mattressclarity.com/bedding/rayon-vs-viscose/
https://gomuda.id/blogs/9-jenis-benang-rajut-knitwear