Blog Toko
Temukan event, kabar terbaru, dan promosi terbaru di sini!
Sep 25, 2021
6 Inspirasi Mix and Match Knitwear On Knitwear yang Simpel dan Elegan

Sweater rajut menjadi salah satu fashion item basic yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Meski pada awalnya sweater rajut identik dengan pakaian musim dingin, namun kini sweater rajut juga dapat dipakai lebih fleksibel lagi. 


Selain nyaman, sweater rajut dapat menjadi outfit andalanmu yang menarik untuk dipakai berkegiatan casual, smart casual, maupun formal. Namun sayangnya, terkadang kita masih merasa bingung untuk mix and match sweater rajut dengan fashion item lainnya. 


Meskipun agak tricky, mix and match sweater rajut ternyata tidak sesusah yang kamu bayangkan. Untuk menyiasatinya kamu bisa memadupadankan sweater rajut dengan bawahan seperti celana Chino, celana Corduroy, celana Formal, ataupun celana Jeans. Untuk atasan kamu bisa padu padankan dengan kaus, kemeja, blezer ataupun jas. Tapi udah pada tau belum kalau ada mix and match yang lebih keren dan nggak biasa? 


Namanya mix and match knitwear on knitwear? Gak percaya? Ini nih, beberapa inspirasi mix and match knitwear on knitwear yang pastinya bisa jadi inspirasi outfit harianmu. Yuk, langsung scroll ke bawah!


1. Cardigan Stripe Navor dan V-Neck Hive Dark Navy

 


Padu padankan Cardigan Stripe Navor dan sweater rajut V-Neck Hive Dark Navy dengan layering kemeja dan bawahan celana putih yang akan memberikan kesan elegan. Cocok banget buat pergi ngantor. Kamu juga masih terlihat smart casual.

 


2. Cardigan Kimono khaki dan Vest Volcano Ash



Cardigan Kimono khaki yang dipadupadankan dengan Vest Volcano Ash juga bisa menjadi alternatif lain. Style OOTD ini cocok dipakai buat ngantor dengan tema smart casual minimalis, tentunya membuat kita makin semangat dan produktif.

 


3. Cardigan Kimono Black dan Roll Neck Off White



Cardigan Kimono Black yang dipadupadankan dengan Roll Neck Off White akan membuatmu terlihat lebih elegan dan smart casual. Kamu juga akan tampil stylish bergaya Japanese. Gunakan bawahan berwarna monokrom ya.

 


4. Bomber Lambda dan O-Neck Grid



Tampil lebih sporty sekaligus bergaya earthy tone yang kalem tapi tetap elegan. Kamu bisa padu padankan Bomber Lambda dengan O-Neck Grid. Penampilanmu akan terlihat keren!

 


5. Cardigan Cord Black dan Roll Neck Off White



Cardigan Cord Black yang dipadupadankan dengan Roll Neck Off White juga gak boleh ketinggalan jadi OOTD harianmu. Gak Cuma untuk jalan santai atau kumpul hangout, OOTD ini juga cocok dipakai untuk office look.

 


6. Vest Volcano Ash dan Kaus Polo Rajut Mint Green


Ingin terlihat semi formal, tapi masih terlihat smart casual?



Padu padankan Vest Volcano Ash dengan Kaus Polo Rajut Mint Green. Style yang bisa banget buat dipakai ngampus, ngantor, maupun hangout.

 


Jadi, mix and match mana nih yang jadi favoritmu? Yuk mulai Cobain satu satu! Sekarang kamu juga gak perlu ribet cari fashion item kaya di atas. Kamu tinggal klik Gomuda dan mulai tampil elegan smart casual.


Sep 25, 2021
Apa perbedaan V-Neck Polos dengan V-Neck Torque?

V-neck mungkin terkesan formal dan sering digunakan untuk pergi ke kantor karena bagian lehernya yang cocok untuk dijadikan outer saat menggunakan kemeja. Namun, V-Neck juga sebenarnya bisa digunakan sehari-hari untuk tampil casual dengan tambahan kaus. 


V-Neck adalah salah satu produk best seller Gomuda yang terus mengalami peningkatan peminat. Dengan banyaknya antusias tersebut, Gomuda akan merilis produk terbarunya yaitu V-Neck Torque.


Nama Torque memang tidak asing karena beberapa sweater rajut Gomuda yang termasuk dalam kategori signature diberi nama Torque. Lantas apa perbedaan antara V-Neck Polos dan V-Neck Torque? Tentunya bukan hanya namanya saja.


Perbedaan pertama yang nampak jelas mungkin bisa kamu lihat dari varian warna yang dihadirkan pada V-Neck Torque, tapi apakah perbedaannya hanya dibagian warna saja? Biar makin tahu dan banyak ilmu langsung saja liat penjelasannya di bawah.


1. Bahan


 


V-Neck Polos dan V-Neck Torque dibuat dengan 100% cotton yang lembut dan nyaman bila digunakan, namun khusus untuk V-Neck Torque warna benang yang digunakan dibuat sendiri untuk menciptakan warna fresh dan menarik, namun tetap memberikan kesan mewah dan elegan.


Khusus V-Neck Torque terdapat pilihan warna yang bertemakan warna pastel seperti peach, mint green, blue ice dan brown sugar yang benangnya kami buat khusus bagi pecinta warna pastel. Kami juga tidak melupakan warna lainnya bagi pecinta warna-warna seperti black, navy dan dark grey.


2. Cutting


Cutting yang terdapat di V-Neck Polos dan V-Neck Torque memiliki perbedaan di beberapa bagian yang bisa kamu lihat pada penjelasan berikut.


Rib Kerah



Rib kerah V-Neck Polos dan V-Neck Torque secara kasat mata terlihat sama, namun jika diperhatikan lebih detail, V-Neck Torque memiliki bentuk yang lebih spesial karena dibuat lebih rapi dan juga ukuran rib kerah yang tidak terlalu lebar sehingga kesan casual akan kamu rasakan saat menggunakan V-Neck Torque.


Kamu juga tidak perlu menggunakan layering kaus saat menggunakan V-Neck Torque. Berbeda dengan V-Neck Polos, pada bagian rib kerah sedikit agak lebar sehingga lebih cocok jika digunakan dengan kaus ataupun kemeja. Walaupun keduanya berbeda, namun keduanya tetap stylish dan cocok digunakan dalam kegiatan smart casual maupun formal.


Pundak



Bagian pundak dari V-Neck Polos dijahit tanpa motif, tapi jahitan pada pundak V-neck Polos dibentuk menyerupai huruf T yang biasa kita lihat pada pakaian biasa. Berbeda dengan V-Neck Torque yang dibuat khusus membentuk torsi diagonal ke belakang. 


Bagian pundak V-Neck Torque yang tidak akan tampak dari depan saat dikenakan, namun terdapat pola jahitan yang unik pada bagian pundak belakang. Rajutan tersebut tidak hanya unik, tapi juga memberikan kesan pundak yang lebih tegap.


Pola jahitan tersebut dinamakan ESS (European Shoulder Seam). ESS merupakan sebuah metode rajut pola knitting yang lebih rumit dalam membentuk jahitan pundak yang lebih pas untuk dipakai. Itu pula yang membuat sweater pola ini lebih mahal dibanding yang lainnya.


ESS ini juga kami terapkan pada sweater rajut signature lainnya, seperti Crewneck Torque, Polo Torque.


Ketiak



Bagian yang berbeda selanjutnya bisa kamu lihat pada bagian jahitan di ketiak. V-Neck Polos memiliki pola rajutan yang dinamakan bentuk setengah bunga, sementara V-Neck Torque memiliki pola rajutan bunga yang hampir menutupi semua bagian area ketiak sehingga terlihat lebih eksklusif dan elegan.


3. Size



Bentuk cutting dan motif yang berbeda, hasil size pun kami buat berbeda. V-Neck Polos merupakan tipe slim fit dengan standar size lokal sedangkan V-Neck Torque dibuat dengan tipe reguler fit dengan standar size internasional.


4. Finishing


Finishing adalah tahapan yang berguna agar pakaian atau sweater rajut lebih lembut dan bentuknya tidak berubah.


V-Neck Polos tidak melalui tahapan washing, sementara V-Neck Torque sudah melalui tahapan washing, mulai dari pengobatan benang hingga pressing dan pengeringan melalui mesin khusus.


Baik V-Neck Polos maupun V-Neck Torque kami buat dengan sepenuh hati dengan proses yang sangat terjaga kualitasnya. Namun, setelah mengetahui perbedaan kedua V-Neck tersebut, V-Neck mana yang akan kamu kenakan untuk beraktivitas sehari-hari ataupun untuk berkegiatan formal agar terlihat elegan dan smart casual?

Sep 25, 2021
Perbedaan Cardigan Torque dengan Cardigan Clean

Seperti yang kita ketahui, Gomuda baru saja rilis produk sweater rajut cardigan versi signature yang disebut Cardigan Torque dengan pilihan warna menarik dan fresh.


Lalu apa perbedaan antara Cardigan Torque dan Cardigan Clean?


Sama-sama cardigan namun memiliki perbedaan mencolok pada beberapa bagian rajutannya mulai dari jahitan pundak hingga bagian rib kerah cardigan.


Hanya itu saja? Tentu masih ada perbedaan lainnya yang menentukan harga dan kualitas dari cardigan itu sendiri.


1. Bahan


Cardigan Torque dan Cardigan Clean keduanya menggunakan 100% cotton, namun khusus Cardigan Torque terdapat pilihan warna yang bertemakan warna pastel seperti peach, mint green dan blue ice serta brown sugar yang benangnya kami buat khusus bagi pecinta warna pastel yang kalem namun segar dipandang.


2. Cutting


Terdapat perbedaan yang jelas pada bagian cutting dan motif rajutnya, terutama pada beberapa bagian seperti penjelasan berikut ini.


Rib Kerah Cardigan



Rib kerah Cardigan Torque lebih spesial karena dibentuk sekatan horizontal sehingga membuatnya lebih unik dan elegan. Berbeda dengan rib kerah Cardigan Clean yang dibuat polos, namun keduanya tetap stylish dan cocok digunakan dalam kegiatan casual maupun formal.


Pundak



Bagian pundak dari Cardigan Clean termasuk jahitan yang umumnya dipergunakan tanpa motif yang membentuk huruf T pada umumnya pakaian.

Berbeda dengan Cardigan Torque yang dibuat khusus membentuk torsi yang membentuk diagonal ke belakang, yang tidak akan tampak dari depan saat dikenakan. 


Pola jahitan pundak ini kita sebut dengan ESS (European Shoulder Seam). Motifnya akan terlihat di bagian belakang pundak, sehingga bahu akan terlihat lebih tegap dan clean.


Pola ESS ini juga kami terapkan pada sweater rajut signature lainnya, seperti Crewneck Torque, Polo Torque.


Metode rajut bahu ini disebut dengan ESS = European Shoulder Seam. Sebuah pola knitting lebih rumit dalam membentuk jahitan bahu yang lebih pas dipakai.


Dinamakan ESS karena knitwear di eropa memiliki pola bahu yang membentuk torsi dan menyiku kebelakang. Sehingga tidak tampak jahitan bahu di bagian depan. Itu pula yang membuat sweater pola ini lebih mahal dibanding yang lainnya.


4. Size


Karena bentuk cutting dan motif yang berbeda, hasil size pun kami buat berbeda. Cardigan Clean merupakan tipe reguler fit dengan standar size lokal. Sedangkan Cardigan Torque merupakan tipe oversize dengan standar size internasional.


5. Finishing


Cardigan Clean tidak melalui tahapan washing, sedangkan Cardigan Torque sudah melalui tahapan washing, mulai dari pengobatan benang setelah selesai rajut supaya lebih lembut dan tetap bentuknya, hingga pressing dan pengeringan melalui mesin khusus.


Setelah mengetahui perbedaanya, mana yang kamu pilih? Cardigan Torque atau Cardigan Clean?


10 Rekomendasi Cardigan Rajut Terbaik untuk Pria : https://my-best.id/137128


Sep 25, 2021
Enam Jenis Pola Rajut pada Lengan dan Ketiak Sweater Rajut

Sweater dan pakaian rajut dengan kain biasa sangat berbeda pengerjaannya. Salah satunya yang paling tampak adalah pada pola rajut armhole atau lengan dan ketiak.


Terdapat 6 (enam) jenis pola rajut lengan dan ketiak yang umumnya digunakan pada produk sweater rajut, diantaranya:


1. Set In


Biasanya pola rajut lengan yang sering digunakan disebut “set in sleeve” maksudnya dibuat dengan menggabungkan bagian pundak dan lengan serta tidak langsung memotong badan hingga bagian kerah. Model lengan seperti ini umumnya cocok untuk tampilan formal.



Pola rajut lengan dan ketiak Set-In, gambar: interweave.com


Pengerjaannya lebih mudah karena untuk menyatukan bagian lengan, pundak dan badan biasanya menggunakan mesin obras. Sehingga lebih cepat selesai.


Terdapat tiga jenis cara pola rajut set in yang umumnya dilakukan, yakni:


a. Tanpa pola bunga



b. Setengah pola bunga



3. Hampir semua dengan bunga



 


2. Raglan


Raglan sleeve, meskipun terlihat simple namun pengerjaanya termasuk sulit dan lama.



Pola rajut lengan dan ketiak Raglan, gambar: interweave.com


Karena pengaturan jarum pada mesin rajut harus disesuaikan dan diatur menghasilkan motif bunga sebagai pola sambungan lengan raglannya dari ujung ketiak hingga menyambung ke bagian kerah.


Model lengan raglan ini biasanya cocok untuk tampilan casual.


 


Pengerjaan pola raglan tidak menggunakan mesin obras, tapi dirajut secara menyeluruh sehingga lebih lama namun bagian pundak akan lebih nyaman dan rapi, sehingga pemakainya akan tampak lebih tegap.


3. Drop Shoulder


Sweater dirajut dengan pola rajut ketiak dan lengan jatuh di bawah pundak seperti halnya oversize.



Pola rajut lengan dan ketiak Drop Shoulder, gambar: interweave.com


Seperti tampak pada salah satu produk Gomuda di bagian lengan sweater cardigan cord mocca berikut ini.



4. Modified Drop


Modified Drop adalah jenis pola rajut lengan dan ketiak yang menyerupai drop shoulder, dimana letak jahitannya berada di bawah bahu atau di bawah ketiak.



Pola rajut lengan dan ketiak Modified Drop, gambar: interweave.com


Perbedaanya, ada sedikit modifikasi pada area sambungan lengan, dengan menghilangkan 1-2 inch pada potongan badan kain.


Ciri utama sweater yang menggunakan jahitan modified drop adalah memiliki lekukan pendek di bagian bawah lengan dibandingkan drop shoulder.


5. Circular Yoke


Jika anda ingin mencari sweater yang tidak memiliki jahitan pada area lengan, maka carilah sweater bergaya circular yoke.



Pola rajut lengan dan ketiak Circular Yoke, gambar: interweave.com


Pada Circular yoke bagian lengan dan badannya dirajut dalam putaran besar sebagai satu kesatuan.


Ada dua variasi circular yoke, yang pertama, sweater circular yoke dirajut dalam satu bagian dengan lengan dan badan bergabung secara mulus di atas ketiak. (gambar A)


Yang kedua, sweater circular yoke dirajut dengan penurunan putaran yang terhuyung huyung menciptakan pembentukan anak tangga yang menyempit. Namun anak tangga ini umumnya tidak terlihat. (gambar B)


 


Sweater rajut dengan pola Circular Yoke, gambar: https://www.interweave.com


6. Dolman


Sweater dolman agak sulit diklasifikasikan, karena dari segi konstruksi dan siluet berbeda dari jenis lubang lengan yang telah dibahas.


Dolman paling dasar adalah bentuk T dimana lengan bergabung dengan tubuhpada 90 derajat dan terus dirajut, sehingga sebagian lengan menjadi tubuh.


Ciri utama sweater berlengan dolman adalah terbentuknya batwing (sayap kelelawar) atau bentuk T saat tangan pengguna memegang pinggang, dan tidak menunjukan jahitan atau garis pada lengan baju.


Ada dua variasi dolman: Untuk dolman bentuk T sederhana dari bawah ke atas, satu gips panjang di setiap sisi bertanggung jawab untuk semua jahitan lengan.



Pola rajut lengan dan ketiak Dolman, gambar: interweave.com


Dengan gaya ini, lengan baju tidak meruncing dari lengan atas ke pergelangan tangan. (gambar A) Untuk pullover sisi ke sisi, pasang jahitan untuk manset kanan, kerjakan lengan kanan, di seluruh tubuh, di lengan kiri dan ikat di manset kiri.


Untuk penyesuaian, Lengan kanan bisa dibentuk dengan peningkatan jahitan; lengan kiri bisa dibentuk dengan penurunan jahitan. (gambar B)



Sweater rajut dengan pola Dolman, gambar: https://www.interweave.com


Dari ke-enam jenis pola rajut ketiak dan lengan di atas, Gomuda sendiri saat ini menggunakan 3 jenis pola rajut yang memang umumnya cocok dipergunakan untuk sweater rajut laki-laki diantaranya pola set in, raglan dan drop shoulder.


Referensi: https://www.interweave.com


Sep 25, 2021
Asal Mula Sweater Rajut dan Jenisnya

Siapa yang suka memakai sweater rajut dalam berbagai kesempatan? Pakaian satu ini sangat cocok dipakai pada musim dingin atau saat anda berada di luar rumah, karena memang memiliki kelebihan dari pakaian hangat lainnya, mulai dari desain hingga varian jenisnya.


Dibandingkan pakaian hangat lainnya seperti jaket, sweater rajut sangat cocok sebagai pakaian “pelapis luar” atau juga pakaian utama yang nyaman jika dikenakan dipadupadankan dengan pakaian lainnya seperti kemeja saat berada di dalam ruangan atau di luar ruangan. Saat berada di dalam ruang rapat misalnya, pengguna sweater rajut tidak akan risih akan diliat orang. Lalu saat hangout bersama teman pun pakaian ini sangat fashionable.


Ternyata keberadaan pakaian ini tidak serta merta ada dengan sendirinya, namun melalui perjalanan yang cukup panjang. Dimulai dari kebiasaan masyarakat di timur tengah merajut sesuatu, menyebar ke Eropa, lalu mengaplikasikan keterampilan ini kedalam sebuah baju.


“Perlu anda ketahui, Merajut merupakan sebuah proses menggunakan dua atau lebih jarum untuk membuat sebuah jalinan benang tertutup yang terhubung satu sama lain, dengan tujuan membuat sebuah hasil karya garment, seperti syal, kaos kaki hingga baju.”


Para bangsawan di Eropa yang ingin menginginkan barang hasil rajutan dulu mereka membawa ahli rajut dari timur tengah langsung, seperti yang dilakukan keluarga bangsawan dari spanyol, dengan ditemukannya beberapa item rajutan dari makam Abbey of santa maria la Real de Las huelgas di kota Burgos.


Bukti kongkret lainnya yang mengarahkan daerah timur tengah sebagai asal mula skill “merajut” ialah dengan ditemukannya artifak kaos kaki dari mesir yang diperkirakan dirajut pada abad ke-11. Sedangkan di daratan Eropa sendiri, keterampilan ini dikenal sekitar abad ke-13.


Sedangkan istilah sweater rajut sendiri muncul di Eropa sekitar abad pertengahan, sekitar abad ke-15. Kala itu, pakaian ini diperuntukan untuk dikenakan oleh biarawan dengan model jubah berkerudung dan digunakan pula oleh para pekerja yang melakukan kerjaanya di luar ruangan. Jenis sweater rajut yang memiliki kerudung kala itu sekarang disebut hoodie.


Perkembangan selanjutnya, sweater rajut memiliki pamor naik turun. Pada abad pertengahan, pakaian ini banyak dikenakan para bangsawan karena masih dianggap unik, elegan dan mahal.


Saat terjadi revolusi industri, pakaian ini jadi mudah ditemukan dan mulai menurun nilai jualnya, bahkan saat terjadi perang dunia ke 1, pakaian ini diproduksi massal untuk menghangatkan tentara yang sedang berperang.


Nah, selepas perang dunia, pakaian ini mulai dikenal di seluruh dunia, termasuk Amerika. Disana sweater rajut atau sering disebut hoodie, memiliki pamor tersendiri karena pakaian ini sering dipakai artis hip hop, yakni aliran musik yang populer tahun 90an.


Kualitas sebuah sweater rajut dapat dilihat dari nilai gauge yang dipakai saat produksi. Istilah gauge dalam merajut artinya patokan jumlah baris dan kolom dalam satuan cm dengan beragam ketebalan benang dan ukuran jarum.


Kegunaan mengetahui nilai gauge ini yakni memastikan besar, ukuran hasil rajutan apakah sesuai dengan pola yang ada. Singkatnya, semakin kecil gauge, maka semakin rapi rajutan yang dihasilkan.


Awalnya sweater rajut hanya memiliki dua varian utama, yakni pullover dan Cardigan. Pullover merupakan sweater yang cara mengenakannya seperti kaos T-shirt, dari bawah ke atas.


Sedangkan cardigan merupakan sweater yang memiliki bukaan depan seperti jaket namun dengan kancing.


Seiring berjalannya waktu, sweater rajut memiliki ragam jenis dan varian. Berikut penjelasannya!


1. Cardigan


Gomuda - Cardigan Clean Choco


Seperti yang telah disinggung diatas, sweater rajut jenis ini memiliki bukaan depan berupa kancing. Pertama kali pakaian ini populer di Britania, saat Komandan militer Inggris, bernama James Thomas Brudenell, Earl of Cardigan sering mengenakan sweater jenis ini bersama para prajuritnya saat terjadi perang dunia.


Walaupun sejarahnya pertama kali dikenakan oleh kaum pria, ternyata pakaian ini sangat cocok jika dikenakan kaum wanita. Hal itu dikarenakan, sweater rajut ini mampu memberi efek langsing kepada pemakainya.


Seiring perkembangan zaman, pakaian ini memiliki beberapa varian, berikut beberapa varian cardigan yang cukup populer


  • Classic cardigan, Cardigan jenis pertama ini merupakan model pertama kali muncul dan tetap bertahan hingga sekarang ini. Jenis ini memiliki ciri utama yakni desain yang mengikuti tubuh dan memiliki kancing. Walaupun terlihat klasik, model ini paling mudah di padu padankan dengan berbagai jenis baju lainnya, baik pria maupun wanita.
  • Belted cardigan, merupakan cardigan yang memiliki hiasan ikat pinggang sebagai ciri utamanya. Jenis ini juga biasanya memiliki ukuran panjang agak besar. Belted sangat cocok dipakai sebagai luaran yang ingin tampil kalem.
  • Open cardigan, yaitu cardigan yang tidak memiliki kancing maupun ikat pinggang, sehingga jenis ini tetap terbuka. Selain itu, ukuran jenis biasanya berukuran cukup panjang dengan siluet ramping.
  • Shawl-collared cardigan, yaitu cardigan yang memiliki kerah agak lebar dan besar memanjang hingga bagian dada. Jenis ini sangat cocok untuk bagi anda yang memiliki tubuh tinggi dan kurus karena bentuk kerahnya seakan memberi kesan besar pada tubuh.
  • Wrap cardigan, merupakan pengembangan dari open cardigan, namun dengan model kerah agak memanjang sampai bawah, sekitaran daerah perut.
  • Flyaway cardigan, yakni jenis cardigan yang memiliki ukuran paling panjang dari model lainnya. Jenis ini biasanya terbuat dari bahan ringan, dan panjangnya sampai dibawah lutut.


2. Hoodie


Gomuda - Hoodie Button Neck Blue Denim


Hoodie merupakan pengembangan lebih jauh dari cardigan. Saat muncul pertama kali, pakaian ini dirancang untuk menyembunyinkan wajah si pemakai, karena memang pakaian ini memiliki tudung kepala.


Jika cardigan memiliki kancing layaknya jaket pada umumnya, maka hoodie biasanya memiliki resleting. Namun dalam perkembangannya, hoodie pun ada yang didisain cara mengenakannya seperti pullover. Berikut beberapa tipe hoodie di pasaran.


  • Hoodie jumper, yaitu sebuah model hoodie tanpa bukaan depan alias pullover.
  • Zip up hoodie, yaitu sebuah model hoodie yang memiliki bukaan depan dengan resleting dari bawah pinggang sampai bagian leher.
  • Full zip hoodie, yaitu sebuah model hoodie yang memiliki bukaan depan dengan resleting, mulai dari bawah pinggang sampai bagian tudung sehingga hoodie ini mampu menutupi seluruh wajah pemakainya.


3. Crew Neck


Gomuda - Crew Neck Torque Off White


Sweater Rajut Pria Gomuda Signature, Crewneck Torque Off White


Crew neck merupakan jenis sweatar rajut pullover yang memiliki bentuk leher seperti huruf O, sehingga disebut juga sweater O-Neck. Jenis ini yang paling umum ditemui karena terlihat simple dan mudah dikombinasikan dengan pakaian apapun.


Untuk tampilan formal, anda dapat memadukan sweater jenis ini dengan kemeja, sedangkan untuk hangout anda bisa memadukannya dengan kaos.


4. V-Neck


Gomuda - V-Neck Hive Dark Grey


Berdasarkan namanya, sweater jenis ini memiliki bentuk leher seperti huruf V. Jenis ini merupakan pengembangan dari crew neck, karena dari segi model siluet hampir sama dengan o-neck.


Seperti halnya crew neck, V-neck sangat cocok untuk digunakan dalam acara formal ataupun informal, misalnya dipadukan dengan kemeja saat ngantor atau dengan t-shirt dan celana jeans saat kuliah.


5. Mock-Neck


Gomuda - Mock Turtleneck Hunter Green


Mock neck merupakan jenis sweatar pullover yang memiliki kerah menyerupai kemeja. Ciri lainya, jenis ini memiliki beberapa kancing atau sistem resleting pada bagian leher. Jenis ini lebih modern dari pendulunya, sehingga sangat cocok dipakai dalam berbagai kesempatan, seperti ngantor, kuliah ataupun hangout.


6. Turtleneck


Gomuda - Cord Turtleneck Marun


Turtleneck merupakan sebuah jenis sweater rajut yang memiliki bentuk leher bulat dengan kerah panjang mendekati kerongkongan, menyerupai “leher kura-kura” sehingga disebut turtle-neck.


Turtleneck tergolong jenis pullover yang banyak digandrungi, karena memiliki kelebihan dari sweater rajut lainnya, yakni kerah yang agak tinggi. Ini memungkinkan penggunanya lebih hangat saat berada di luar ruangan, sangat cocok dikenakan di daerah pegunungan dan saat musim dingin tiba.


Walaupun ciri khasnya memiliki kerah tinggi, ternyata turtleneck memiliki banyak jenisnya, berikut beberapa varian turtleneck.


  • Classic turtleneck, yakni turtleneck yang memiliki lipatan kerah yang dibuat dobel. Model ini umumnya dibuat dalam ukuran yang tidak terlalu besar, terlalu kecil ataupun terlalu tinggi, namun sedang.
  • Oversized turtleneck, yakni jenis turtleneck yang memiliki ukuran baju dobel atau sengaja dibuat longgar. Pakaian ini biasanya terbuat dari bahan woll.
  • Cowl turtleneck, merupakan model perpaduan dari klasik dan oversized. Bagian bahu dari jenis ini umumnya sengaja didisain cukup longgar dan tidak terlalu membentuk tubuh, sedangkan bagian lehernya sengaja dilebihkan 2-3 kali lipat supaya dapat dilipat.
  • Sleeveless turtleneck, merupakan turtleneck klasik yang didisain seperti rompi, sehingga tangan sipemakai keliatan. Jenis ini umumnya memiliki siluet cukup ramping dengan bagian leher yang dibuat cukup longgar.
  • Funnel neck, merupakan sweater pullover yang memiliki kerah aga tinggi, namun tidak setinggi jenis turtleneck lainnya.


7. Vest


Gomuda - Basic Vest Moca


Vest merupakan jenis paling modern dari sweater rajut, karena model ini mengadaptasi pakaian tanpa lengan atau rompi. Jenis ini biasanya memiliki siluet ramping dan simple. Vest sangat cocok dikenakan dengan kemeja atau blus.


Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_knitting

https://visforvintage.net

https://en.wikipedia.org/wiki/Sweater

http://www.nyoozee.com/gaya-hidup/fashion/mode/mengenal-turtleneck/

Sep 25, 2021
Sweater Turtleneck: Ragam Jenis dan Inspirasi Pemakaiannya

Pakaian dengan turtleneck barangkali tidak begitu familiar di Indonesia. Negeri yang dilewati garis Khatulistiwa ini umumnya terasa gerah atau panas di siang hari. Namun, memasuki musim hujan di akhir dan awal tahun, dimana udara mulai terasa lembap dan dingin, pakaian dengan turtleneck dapat menjadi alternatif agar badan merasa hangat hingga ke leher.


Musim dingin atau hujan seperti sekarang ini memang paling nyaman menggunakan pakaian yang dapat menghangatkan badan seperti jaket, mantel, sweater atau sweatshirt. Sweater tebal yang hangat, apabila memiliki kerah turtleneck tentu akan bertambah kehangatannya.


Sebelum membahas turtleneck lebih lanjut, mari kita mengenal asal pakaian ini. Berdasarkan sebuah blog, pakaian ini berawal dari seorang penjahit brilian, eksentrik, dan penyuka kura-kura bernama Gerhard Thern asal Swedia.


Sebagai seseorang yang unik, ia sering mengajak kura-kuranya berjalan-jalan di malam hari. Dan di musim dingin, agar kura-kuranya tidak kedinginan, ia membuat dan memakaikan si kura-kura sebuah sweater. Orang-orang pun tertarik dan ingin dibuatkan sweater yang sama. Namun, Thern menolaknya. Katanya, sweater itu hanya untuk kura-kura.


Ironisnya, Thern malah tidak berpakaian yang sesuai dengan cuaca dingin ketika berjalan-jalan dengan kura-kuranya. Suatu hari, ia ditemukan tergeletak di atas salju, enam jam setelah waktu kematiannya.


Ia didiagnosa meninggal dunia karena pneumonia. Pada akhirnya, anak lelakinya Thern, memperluas paten turtleneck dan membuat sweater yang cukup besar untuk dipakai manusia. Sejak saat itu sweater turtleneck dikenal luas oleh masyarakat.


Awalnya turtleneck sangat terkenal karena sempat dipakai oleh legenda pop seperti Elvis Presley, Steve McQueen serta Robert Redford, dan menjadi ciri khas berpakaian mereka. Namun, seiring perkembangan zaman, dimana selera berpakaian orang kebanyakan mengikuti tren; turtleneck sempat dihindari akibat salah pakai atau padu padan oleh beberapa model.


Sehingga turtleneck pada perkembangannya tidak banyak dimiliki atau bukan pilihan utama bagi sebagian orang untuk mengisi lemari pakaiannya. Ditambah dengan stigma (khususnya di negara barat) bahwa turtleneck adalah “seragam baru yang tidak diinginkan.” Padahal, jika dipakai dengan benar, turtleneck bisa menjadi salah satu koleksi pakaian terbaik bagi pria.


Turtleneck memiliki beberapa sebutan tersendiri di beberapa negara. Kata turtleneck sendiri biasanya dipakai di Amerika Serikat dan Kanada. Sementara itu, di Britania Raya, turtleneck sering disebut “polo neck” atau “roll neck”, dan di Australia disebut “skivvy.”


Berikut adalah jenis-jenis turtleneck yang biasa ada di pasaran.


1. Turtleneck Klasik


Gomuda - Cord Turtleneck Abu Tua


Bisa berbahan tipis maupun tebal, pas badan, dengan leher yang langsing. Selain digunakan begitu saja sebagai atasan, pakaian ini biasanya dipakai sebagai dalaman jumpsuit (baju kodok), jaket, kemeja, atau bahkan sweater o-neck berbahan lebih tebal dan longgar.


2. Roll Neck


Gomuda - Roll Neck Brown Sugar


Turtleneck maupun Roll Neck merupakan pakaian kerah tinggi (high neck). Tapi seiring perkembangan fashion sweater, high neck sering disebut Turtleneck di Amerika dan Canada. Berbeda lagi di Inggris disebut Rollneck atau Polo Neck. Di Australia dan New Zealand disebut Skivvy.


Jadi Rollneck memiliki makna sama yaitu sweater turtleneck. Namun dibeberapa penamaan jenis sweater kerah tinggi tersebut ada sedikit perbedaan, yaitu, Turtleneck berarti menutupi keseluruhan bagian leher.


Sedangkan Rollneck selain menutupi juga dapat dilipat (folded) karena lebih tinggi dan tetap menutupi leher meski dilipat umumnya 1 kali lipatan. Meski demikian pada kenyataanya nama Turtleneck lebih dikenal untuk semua jenis sweater berkerah tinggi.


3. Funnel / Mock Neck


Gomuda - Mock Turtleneck Torque Dark Grey


Panjang leher mock neck lebih pendek daripada turtleneck, biasanya hanya mencapai setengah leher pemakai, tidak pernah hingga mencapai telinga.


Bahannya pun beragam, beberapa lebih pendek dan tebal, sementara yang lainnya lebih ringan dan tipis. Meskipun begitu, mock neck memberikan tampilan lebih elegan daripada cowl dan klasik turtleneck.


4. Cowl Neck


Sweater cowl neck biasanya berbahan lebih tebal dan longgar dengan leher yang luar biasa besar dan panjang hingga menutup telinga, yang pemakaiannya bisa digulung atau dibiarkan begitu saja.


Leher cowl neck dapat dikatakan sebagai scarf yang dijahit pada sweater, hal ini memungkinkannya sebagai pengganti scarf apalagi bagi yang merasa kedinginan namun malas untuk membawa scarf. Cowl neck secara umum memiliki penampilan yang lebih casual daripada turtleneck klasik.


Seperti halnya turtleneck klasik, cowl neck dapat dipakai begitu saja atau sebagai dalaman. Namun, karena cowl neck lebih longgar, pakaian ini juga dapat dipakai sebagai luaran dengan dalaman berupa kemeja yang panjang badannya lebih dari panjang sweater agar terlihat lebih keren.


Berikut adalah inspirasi penggunaan sweater turtleneck bagi para pria.


Sebagai Pakaian Santai / Casual:



Ketika berhubungan dengan turtleneck, sweater dengan bahan yang lebih tebal adalah yang paling casual. Pasangkan sweater turtleneck dengan jogger warna hitam untuk menambah kesan santai. Jangan lupa pakai sepatu sneaker warna hitam untuk menciptakan gaya berpakaian yang sederhana, apik, dan nyaman.


Sebagai Pakaian Formal



Kenikmatan memakai turtleneck, selain menjaga leher agar tetap hangat, juga serbaguna (multifungsi). Meskipun turtleneck terlihat keren sebagai pakaian casual, turtleneck juga sempurna untuk beberapa gaya berpakaian formal sebagai alternatif pengganti dari kemeja dan dasi terutama apabila dipadukan dengan jas atau blazer.


Sumber:

cragglehold.wordpress.com

theidleman.com

styleinsomnia.wordpress.com

www.artofmanliness.com


Sep 25, 2021
Inilah Perbedaan Sweater dan Sweatshirt

Saking banyaknya jenis sweater dipasaran, kita sering menganggap semua produk sweater sama saja, terbuat dari bahan wol dan dikerjakan dengan cara dirajut. Namun tahukah, ternyata ada produk garmen yang menyerupai sweater, yaitu sweatshirt.


Konon terciptanya sweatshirt tanpa disengaja, ceritanya sektiar 1920an, Benjamin Russel Jr merupakan seorang gelandang di tim sepak bola Alabama Crimson Tide, merasa gatal-gatal akibat suhu panas yang disebabkan seragam tim yang kala itu terbuat dari bahan wool.


Lalu, Russel Jr meminta bantuan ayahnya, yang merupakan pemilik perusahaan garmen pakaian rajut wanita dan anak-anak, untuk mendesain seragam olahraga yang nyaman dipakai saat dipakai berlari di lapangan.


Dengan penggunaan bahan katun, yang dikenal tahan lama, mampu menyerap keringat serta nyaman saat dipakai, Russel dan ayahnya mulai memodifikasi union suit bagian atasnya (dikenal juga sebagai pakaian long one piece). Dari modifikasi ini, dihasilkan Sweatshirt pertama di dunia.


Penemuan ini juga yang menyebabkan sweatshirt dikenal di Amerika serikat sebagai baju penyerap keringat, banyak diaplikasikan dalam berbagai macam seragam olahraga kala itu. Di Eropa sendiri (Inggris), sweatshirt dikenal sebagai jersey.


Kalau begitu, apa perbedaan dari sweater dan sweatshirt?


Keduanya, baik sweater dan sweatshirt adalah baju atasan yang trendy, dimana sweater dibuat dengan cara dijahit atau dirajut sehingga dikenal sebagai sweater rajut di Indonesia. Sedangkan sweatshirt dibuat dengan cara dijahit biasa seperti halnya membuat seragam olahraga.


Perbedaan lainnya, walaupun kedua baju terbuat dari wool, katun atau polyster, sweater bahanya lebih halus dan elastis karena dibuat dengan cara dirajut. Berbeda dengan Sweatshirt, baju ini tak terlalu elastis namun tetap lembut, terutama bagian dalam karena dicampur kain fluffy.


Sweater lebih multi guna daripada sweatshirt, karena pemakai nya dapat memadupadankan dengan pakaian yang lainnya, misalnya kemeja untuk pria atau gaun pendek pada wanita. Singkatnya, sweater dapat dipakai saat situasi formal maupun non-formal.


Berbeda dengan sweatshirt, baju atasan ini memang telah didesain kasual dan terlihat sporty, apalagi pemakainya mengenakan sweatpants sebagai celananya, pastinya aktivitas olahraga menjadi lebih keren dan elegan.


Dipasaran terdapat banyak produk sweater dan sweatshirt dengan berbagai model dan merek, mulai dari yang dimasukan seperti kaos (closed front) maupun dikancing atau diresleting (open front). Namun, jika dilihat dari segi model kerah baju nya, jenis sweater lebih banyak lagi, karena ada bentuk V, O, turtle, dan lainnya. Gomuda sendiri memiliki banyak ragam jenis sweater rajut yang stylish dan eksklusif untuk dipakai sehari-hari mulai dari ngantor, traveling dan hangout.


Dari segi fungsi, bahan dan fleksibilitas, sweater dan sweatshirt dapat dibedakan sebagai berikut:


  • Dari segi fungsi, sweater berfungsi untuk menghangatkan badan sedangkan sweatshirt berfungsi untuk menyerap keringat, sehingga biasanya digunakan untuk berolaraga.
  • Dari segi bahan, sweater umumnya terbuat dari bahan wol, namun ada juga sweater modern terbuat dari bahan katun atau polyster. Sedangkan sweatshirt dipastikan terbuat dari bahan katun atau polyster, namun bagian dalamnya lebih terasa halus dan tidak membuat kulit iritasi saat berkeringat.
  • Dari segi fleksibilitas, sweater bisa digunakan secara rangkap dengan kemeja dasi sedangkan sweatshirt tidak cocok didobel, karena memiliki tampilan kasual dan sporty. Sehingga sweater cocok digunakan untuk ngantor atau ngampus sedangkan sweatshirt cocok digunakan untuk hangout atau berolahraga.


Beberapa Penggunaan Sweatshirt Dalam Berbagai Kesempatan


Selain untuk seragam olahraga, sweatshirt dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, tergantung celana apa yang akan anda pakai, berikut beberapa cara memadupadankannya.


  • Sweatshirt dan jeans, padanan busana ini tak lekang oleh waktu, keduanya memiliki ukuran longgar atau pas di tubuh, yang bisa dipilih untuk mendukung gaya kasualmu. Dari segi warna, kita bisa menyesuaikan dengan warna denim yang telah menjadi ciri khas celana jeans.
  • Sweatshirt dan chinos, kedua item mode ini sangat cocok digunakan pada cuaca panas maupun dingin. Termasuk juga saat anda ingin sesuatu yang lebih santai dari celana kain namun lebih formal daripada jeans.
  • Sweatshirt dan celana pendek, celana pendek memang lebih sesuai saat dipakai pada cuaca hangat, namun pada cuaca dingin juga celana pendek masih tampak keren jika dipadupadankan dengan sweatshirt. Perpaduan dua busana ini cenderung kepada tampilan ‘smart-casual’.
  • Sweatshirt dan celana kain, padu padanan ini bisa digunakan dimana saja, mulai dari gaya hangout hingga tampilan formal. Padukan sweatshirt dengan celana kain dan item lainnya seperti jas atau kemeja untuk tampilan yang lebih elegan.
  • Sweatshirt dan celana jogger, kombinasi kedua item ini amat sempurna. Sweatpants alias celana jogger memang tampak seperti setelan olahraga namun kini sudah bergeser menjadi gaya hidup orang perkotaan. Busana ini cocok dipakai untuk bersantai di kafe atau silaturahmi ke rumah teman.


Berdasarkan Uraian diatas, kita dapat simpulkan ada lima perbedaan Sweater dan Sweatshirt




Sweater


  • Baju atasan yang dibuat secara dirajut atau ditenun didesain untuk menghangatkan badan.
  • Di Inggris, Sweater dikenal sebagai ‘Kardigan‘ atau ‘Jumper’.
  • Tekstur baju halus dan elastik
  • Desain baju ada yang dimasukan seperti kaos dan ada juga yang dibuka dari depan. Kerahnya ada yang berbentuk Turtleneck, V-neck, atau Crewneck. Hemline nya ada yang dibawah perut, dibawah pantat atau ditengah-tengahnya. Dengan diameter lengan bajunya ada yang 3-4x normal, ada yang pendek dan ada juga yang panjang.
  • Memiliki tampilan keren, dapat dipadupadankan dengan kemeja berdasi/ tak berdasi dengan tambahan aksesoris ikat pinggang.


Sweatshirt


  • Baju atasan yang dibuang bagian kerahnya, didesain untuk menyerap keringat saat beraktivitas.
  • Di Inggris, Sweatshirt dikenal sebagai ‘Jersey’.
  • Tekstur baju halus, terutama sisi dalam nya sangat lembut dan mudah menyerap keringat, karena dicampur kain fluffy.
  • Desain baju ada yang dimasukan seperti kaos dan ada juga yang dibuka dari depan dengan resleting. Dengan penutup kepala (hoodie) atau tidak.
  • Desain baju ada yang dimasukan seperti kaos dan ada juga yang dibuka dari depan dengan resleting. Dengan penutup kepala (hoodie) atau tidak. 


Bagi yang akan membeli sweatshirt, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pakaian yang dipilih sesuai dengan kebutuhan anda.


  • Pertama, jika kita ingin membeli sweatshirt klasik, pilihlah dari 100 persen bahan katun dengan jahitan teknik loopback, dan sweatshirt klasik cenderung lebih berat pada bagian jahitan.
  • Kedua, jika ingin membeli sweatshirt modern, pilihlah sweatshirt dari bahan katun atau polister. Walaupun bahan polister lebih tipis, namun tetap kuat dan erat, namun untuk keperluan olahraga carilah yang berbahan katun.
  • Sweatshirt klasik cenderung memiliki ukuran yang lebih longgar seperti sweater, sementara sweatshirt modern cenderung pas di tubuh, terutama pada bagian bahu dan pinggang. Akhir kata, pilihan tergantung selera si pemakai.


Saat ini, pakaian sweater dan sweatshirt banyak dipakai kaum milenial yang menginginkan tampilan trendy, kasual hingga sporty.


Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Sweater

https://difference.guru

Sep 25, 2021
Inilah 7 Jenis Celana Yang Pria Perlu Tahu

Berbeda dengan wanita, pria biasanya lebih suka mengenakan satu jenis pakaian berulang-ulang dengan alasan suka dan nyaman. Salah satunya koleksi celana yang memiliki keunikan tersendiri dari setiap jenis nya.


Karena ingin terlihat indah, wanita seringkali membeli banyak jenis pakaian hanya untuk terlihat tidak sama antara hari satu dengan hari yang lainnya. Terkadang wanita dipusingkan hanya untuk hal itu saja.


Pria mungkin sedikit cuek dengan jenis-jenis pakaian mereka terutama celana. Tapi tidak ada salahnya bukan jika pria memiliki pengetahuan lebih tentang pakaian mereka? Setidaknya pria menjadi punya banyak pilihan untuk tampil prima dan semoga hal tersebut dapat memacu percaya diri mereka baik di depan atasan, klien, kawan, atau pasangan.


Celana merupakan pakaian luar yang menutup pinggang hingga mata kaki, terkadang lutut, yang membungkus batang kaki secara terpisah. Celana pada umumnya adalah pakaian pria, tapi di era modern celana kemudian sering dipakai oleh wanita. Celana secara umum terbagi menjadi dua yaitu celana panjang dan celana pendek.


Menurut catatan sejarah, penampakan celana terlihat pada lukisan yang berasal di antara 50.000 hingga 10.000 tahun Sebelum Masehi di daerah Siberia. Sementara itu bukti celana tertua ditemukan di pemakaman Yanghai di Turpan, Xinjiang, Tiongkok. Diperkirakan celana yang terbuat dari benang wol tersebut berasal dari abad ke 13 hingga abad ke 10 Sebelum Masehi.


Berikut ini adalah 7 jenis celana yang wajib pria ketahui.


1. Celana Formal


celana pria

gambar: betabrand.com


Celana formal atau dress pants sebenarnya terdiri dari dua jenis yaitu pleated (lipit) dan flat front (datar tanpa lipit). Celana formal berlipit biasanya jarang dipakai atau dihindari karena dapat membuat bagian tubuh bawah terlihat sangat besar dan tidak pas badan.


Celana ini cocok bagi pria dengan paha besar agar kaki memiliki ruang yang lebih besar. Bagi pria kurus atau langsing sebaiknya menghindari celana dengan lipitan dan lebih baik memakai celana tanpa lipit atau flat front. Celana formal biasanya berwarna hitam dan gelap seperti abu-abu, coklat, atau warna khaki.


2. Celana Khaki


Namuda - Semi Ankle Chino Pant Khaki


Celana khaki merujuk pada 100% bahan katun dan warnanya yang seperti pasir atau debu. Awalnya celana ini dipakai untuk keperluan militer. Akhir-akhir ini celana kaki tidak lagi berwarna gurun pasir, tapi sudah berwarna-warni. Untuk penampilan formal khaki sangat cocok untuk dipakai ke kantor.


Celana ini seperti celana formal biasa, tersedia dengan lipit dan tanpa lipit. Pada perkembangan selanjutnya celana khaki dibentuk slim fit atau skinny, dan inilah awal dari celana chino.


Mengenai brand lokal terbaik celana chino khaki bisa juga kamu temukan dilink ini https://my-best.id/137796.


3. Celana Corduroy


celana-corduroy

gambar: peterhahn.co.uk


Corduroy, gambar notre-shop.com


Celana corduroy merupakan celana yang terbuat dari bahan corduroy. Kain corduroy merupakan tekstil yang terdiri dari serat yang dipuntir, terbuat dari kain kapas tebal yang memiliki tekstur yang baik dan halus. Serat tersebut ditenun terletak sejajar mirip dengan twill, membentuk pola kain seperti tali. Kain corduroy pada dasarnya berbentuk seperti gerigi dari beludru.


Ciri khas kain corduroy adalah Nampak seperti terbuat dari beberapa tali yang diletakan sejajar kemudian dijahit bersama-sama. Kain corduroy berukuran wale lebar lah yang biasanya digunakan untuk bahan celana.Celana corduroy dipakai lebih untuk kesempatan santai, dan karena celana ini berbahan agak tebal sebaiknya tidak dipakai ketika musim panas atau kemarau.


4. Celana Cargo


celana-cargo

 gambar: tomboykc.com


Celana cargo awalnya digunakan tentara Inggris dengan karakteristik memiliki banyak kantong yang berfungsi untuk membawa barang keperluan perang seperti radio dan amunisi.


Pada perkembangan selanjutnya, celana cargo banyak dipakai di luar militer. Celana ini mulai populer di tahun 90an. Biasanya celana ini dipakai untuk kegiatan di luar yang memerlukan kenyamanan. Selain itu, karena cargo memiliki banyak kantong, pengguna tidak perlu membawa tas untuk membawa barang-barangnya.


5. Celana Chino


celana-chinos

gambar: express.com


Celana chino tidak sama dengan celana khaki meskipun banyak yang salah mengartikannya. Celana chino dibuat dari bahan yang lebih sintetis daripada celana khaki. Celana ini lebih ringan dan cenderung memiliki potongan yang lebih sempit dan ujung mengecil atau meruncing, berbeda dengan celana khaki.


Celana ini sedikit lebih formal daripada khaki dan oleh karena itu lebih sering ditemukan di lingkungan perkantoran.


Nama chino berasal dari kata China yang merupakan pembuat bahan celana chino. Chino merupakan sebutan China dalam bahasa Spanyol. Celana chino memiliki warna yang beragam, mulai dari warna terang ke warna gelap.


Sebagai celana semi-formal, celana chino juga sering dipakai pada kesempatan santai atau kasual.


6. Celana Jeans


celana-jeans

gambar: menfash.us


Jeans barangkali adalah celana yang paling banyak dipakai oleh pria maupun wanita. Biasanya celana ini dipakai di saat santai. Jeans terbuat dari bahan denim, dungaree, dan katun.


Karakteristik jeans berdasarkan bahan berbeda-beda. Jeans dari bahan denim lebih sulit diwarnai dan dijahit, denim diwarnai setelah dijalin. Berbeda dengan denim, dungaree biasanya terbuat dari benang-benang yang sudah diwarnai sebelumnya.


Jeans dari bahan katun biasanya jauh lebih lunak daripada denim dan dungaree, pilihan warnanya pun lebih beragam karena lebih gampang diwarnai.


Sejarah jeans memiliki dua versi menurut asal katanya. Pertama, jeans dianggap berasal dari kata itali “Genoese” yang merupakan istilah untuk menggambarkan pelaut dari Genoa, Italia, yang mengenakan kain biru berat pada abad ke-17.


Kedua, jeans diduga berasal dari kata Perancis “serge de Nimes” yang merupakan jenis kain berat dari Nimes (denim) yang banyak digunakan oleh pekerja Inggris pada abad ke-19.


Pembuat jeans populer pertama adalah Jacob Davis, seorang penjahit, dan Levi Strauss, seorang imigran sukses dari Jerman, yang akhirnya jeans dipatenkan atas nama mereka berdua. Jeans menjadi sangat populer di tahun 1950-an dimana banyak anak muda yang memakainya.


7. Celana Drawstring


celana-drawstring

gambar: aliexpress.com


Drawstrings pants merupakan celana yang biasanya dipakai di sekitar rumah untuk berolahraga hingga menjadi piyama untuk tidur. Celana ini sangat kasual dan nyaman dipakai, menimbulkan kesan santai tapi tetap gaya.


Biasanya dipakai dalam acara santai seperti piknik, makan malam informal, pergi ke pantai, dan liburan. Bahan yang paling tepat untuk model ini adalah katun.


Untuk mendapatkan kesan kasual dapat dipadukan dengan t-shirt polos putih, untuk mendapatkan kesan formal dapat dipadukan dengan t-shirt atau kemeja linen dengan warna senada celana. Menggunakan drawstring dengan ukuran yang kecil dapat mengurangi kenyamanan, sebaiknya pilihlah ukuran yang pas atau lebih besar.


10 Merk Celana Warna Khaki Terbaik untuk Pria: https://my-best.id/137796


Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Trousers

http://artofstyle.hucklebury.com/pants-men-need-know/

http://limitedshoppingcrows.blogspot.co.id/2014/03/macam-macam-jenis-celana-pria.html


Sep 25, 2021
Asal Mula Serta Makna Psikologis Warna Navy dan Marun

Survei membuktikan pria lebih suka warna navy selain hitam. Benarkah?


Berdasarkan data penjualan produk Gomuda, ternyata warna favorit pelanggan Gomuda adalah warna “NAVY”. Warna yang sama dengan logo dan warna utama dari brand sweater rajut Gomuda.


Ini Alasannya!


Warna paling disukai customer Gomuda:


  • Navy
  • Hitam
  • Abu Tua
  • Beige/Choco
  • Maroon
  • Putih


Kenapa Navy ya?


Navy merupakan bagian dari warna utama Biru, namun lebih gelap dan tetap kalem. Nama beken di Indonesia adalah Biru Dongker.


Navy atau Navy blue mulanya diambil dari warna biru gelap yang dikenakan oleh Angkatan Laut Britania Raya Tahun 1748. Kemudian diadopsi oleh angkatan laut seluruh dunia.


Warna navy bisa dikatakan warna wajib pria selain hitam. Warna nya yang versatile atau netral dapat dipadupadankan dengan beragam jenis fashion untuk kegiatan formal maupun kasual.

Terlebih warna navy ini sangat nyaman dipandang dan cocok dengan beragam jenis kulit pria.


Secara psikologis warna navy masuk kategori warna biru.


Penggemar warna biru ialah tipe orang yang tenang, teratur dan dapat dipercaya. dia juga sangat menghargai loyalitas pada sesama. Beberapa jenis warna biru memiliki karakter yang berbeda. Biru langit mewakili tipe orang yang menyukai kesenangan dan hidup santai, sedangkan biru navy (biru langit di malam hari) menggambarkan sifat serius dan konservatif. (sumber: kompasiana)


Bagaimana dengan asal muasal dan psikologis warna Marun?


Warna maroon atau dikenal dengan brownish-crimson atau dark brownish-red, dan dalam bahasa Indonesia sering disebut merah hati merupakan warna yang pertama kali didokumentasikan pada tahun 1789. Awalnya berasal dari bahasa Prancis untuk sebutan jenis kacang-kacangan Marron, yang juga terdapat di Italia dengan nama Marrone.


Warna Maroon ini memiliki gradasi warna yang beragam dan terdapat 4 jenis warna maroon paling populer diantaranya:


  • Maroon
  • Bright Maroon
  • Rich Maroon
  • Dark Red


Warna maroon banyak digunakan sebagai warna sekolah dan universitas di dunia salah satunya University of Chicago. Termasuk juga digunakan sebagai nama band kenamaan Maroon 5.


Apa sih makna secara psikologis warna maroon ini?


Warna maroon sering digunakan sebagai ciri khas warna sekolah, restoran, kendaraan, pakaian hingga interior rumah. Saat digunakan untuk warna utama bagian interior restoran ternyata dapat meningkatkan selera makan.


Jika marun dipakai sebagai warna dasar pakaian dapat menarik perhatian serta menunjukkan gairah. Sedangkan warna maroon pada kendaraan menunjukan profesionalisme serta passion.

Warna maroon pun memiliki makna psikologis yang mengindikasikan dapat mengendalikan diri serta bijaksana.


Antara kedua warna kece tersebut, manakah warna yang lebih menujukkan dirimu? Jawab dikolom komentar ya sob!


Referensi:

Wikipedia

Colorpshycology.org

www.empower-yourself-with-color-psychology.com

Sep 25, 2021
8 Year Anniversary Gomuda, Bring Out Positive Vibes

Genap 8 tahun Gomuda telah menemani para pelanggan di Indonesia. Dengan semangat Bring Out Positive Vibes, kami ingin keberadaan Gomuda menjadi energi positif dan berkah bagi semua, baik itu owner, karyawan, relasi maupun pelanggan tercinta hingga masyarakat Indonesia pada umumnya.


Mengusung simplicity, modern, natural dan smart casual, kami memiliki visi menjadi sebuah brand/merek sweater rajut terbaik dan bermanfaat di Indonesia.


Gomuda diharapkan dapat menjadi sweater rajut yang memenuhi kebutuhan generasi muda dan yang berjiwa muda dalam tampilan fashion yang nyaman, stylish, smart dan eksklusif.


Gomuda didirikan oleh Abdurrahim di Cimahi pada bulan Oktober 2012. Dengan modal minim, Gomuda pertama kali dipasarkan oleh owner sendiri lewat jalur online. Seiring berjalannya waktu dan penambahan kuantitas produk untuk memenuhi permintaan pasar, owner lalu merekrut beberapa karyawan untuk bergabung sebagai bagian dari Gomuda yang baru. Gomuda yang memberikan pelayanan terbaik dengan membangun budaya internal yang cerdas, sehat, jujur, berbagi ke sesama, dan syariah.


Membangun budaya internal seperti yang disebutkan di atas tentu tidak akan tercapai tanpa praktik. Gomuda mencoba untuk mewujudkannya lewat diskusi program kerja seluruh tim di hari Senin, pengajian di hari Selasa dan Kamis, serta olahraga badminton di hari Jumat.


Seperti halnya perkembangan manusia yang berawal dari bayi yang kecil kemudian berkembang menjadi manusia yang lebih tinggi dan besar, perkembangan Gomuda pun tidak jauh berbeda.


Berawal dari sebuah kamar di tempat kosan Jalan Sukajaya di belakang Yogya Plaza Cimahi, Gomuda sempat berganti lokasi sebanyak lima kali yang semuanya di Cimahi, menyesuaikan dengan kuantitas barang dan penambahan karyawan. Kini Gomuda bertempat di Perumahan Taman Mutiara Blok E5 No. 1A, Karangmekar, Cimahi Tengah, Kota Cimahi dengan total tim 15 orang yang terdiri dari karyawan tetap hingga freelance.


Berganti logo pun sempat dialami oleh Gomuda. Mulai dari logo dan tulisan yang berwarna-warni di tahun 2012-2013, setelah tiga kali ganti logo kini Gomuda mantap dengan logo yang baru di tahun 2018 dengan warna navy sebagai warna utamanya.


Sweater rajut Gomuda yang awalnya ditujukan bagi pria, wanita, dan anak kemudian diputuskan sebagai sweater rajut bagi pria di tahun 2014. Saat itu, Gomuda sempat menjadi salah satu Inspiring Seller Story Tokopedia periode 2014/2015.


Hal ini menjadi suntikan semangat bagi Gomuda untuk menyajikan produk yang lebih berkualitas dan bervariasi serta pelayanan kepada pelanggan yang lebih baik. Pada 2020, akhirnya Gomuda tidak lagi khusus bagi pria namun semua gender; sweater rajut Gomuda dapat dipakai baik pria maupun wanita yang berjiwa muda.


Awal tahun 2018 Gomuda Signature mulai diluncurkan sebagai sweater rajut eksklusif dari Gomuda, sebagai bagian dari misi menyediakan pakaian rajut berkualitas dan variatif bagi pelanggan. Gomuda Signature diharapkan dapat menjadi variasi pilihan bagi para pecinta sweater rajut yang menginginkan motif-motif berbeda nan elegan dengan kualitas rajutan dua kali lebih baik setara produk internasional.


Pada 2020 kami menyediakan Namuda by Gomuda, sebuah merek apparel atau pakaian selain sweater rajut seperti t-shirt dan celana chino. Namuda diharapkan dapat memenuhi permintaan dan pertanyaan pelanggan akan produk-produk selain sweater rajut untuk melengkapi penampilan.


Pemasaran lewat jalur online tetap dilakukan hingga sekarang dan menjadi yang utama. Lewat Facebook dan Instagram @gomuda.co, kami ingin menjalin komunikasi dua arah yang baik dengan pelanggan dan calon pelanggan, serta berbagi informasi positif agar pelanggan menjadi lebih percaya diri.


Untuk pembelian, pelanggan dapat menanyakan dan memesan sweater rajut Gomuda lewat whatsapp. Gomuda juga tersedia di marketplace yaitu Shopee Mall sejak 2017 (Link: shopee.co.id/gomuda_id) dan Tokopedia Official Store sejak 2013 (Link: tokopedia.com/gomuda)


Gomuda juga memiliki website sendiri www.gomuda.co dimana terdapat penawaran-penawaran menarik seperti free ongkir dan subsidi ongkir seluruh Indonesia, serta promo khusus tiap bulannya bagi pengguna kartu Tri sebagai bentuk kolaborasi Gomuda dengan PT. Hutchison 3 Indonesia yang telah berlangsung mulai 2018 sampai saat ini.


Tak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan untuk berderma sebanyak 3% dari nominal pembelian yang nantinya akan difokuskan untuk pangan dan pendidikan di Indonesia. Donasi yang kemudian disebut Shopping Charity Gomuda x ACT ini merupakan kerjasama antara Gomuda dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Care for Humanity, sebuah lembaga di bidang sosial dan kemanusiaan yang tidak hanya aktif di Indonesia namun juga global. Hal ini sesuai dengan misi Gomuda yaitu mengajak pelanggan untuk peduli terhadap sesama.


Gomuda juga memiliki website sendiri www.gomuda.co dimana terdapat penawaran-penawaran menarik seperti free ongkir dan subsidi ongkir seluruh Indonesia, serta promo khusus tiap bulannya bagi pengguna kartu Tri sebagai bentuk kolaborasi Gomuda dengan PT. Hutchison 3 Indonesia yang telah berlangsung mulai 2018 sampai saat ini.


Tak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan untuk berderma sebanyak 3% dari nominal pembelian yang nantinya akan difokuskan untuk pangan dan pendidikan di Indonesia. Donasi yang kemudian disebut Shopping Charity Gomuda x ACT ini merupakan kerjasama antara Gomuda dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Care for Humanity, sebuah lembaga di bidang sosial dan kemanusiaan yang tidak hanya aktif di Indonesia namun juga global. Hal ini sesuai dengan misi Gomuda yaitu mengajak pelanggan untuk peduli terhadap sesama.


Terakhir, melalui blog post ini, kami sampaikan “Let’s grow together become a positive and better person.”

Sep 25, 2021
10 Benda Fashion Yang Pria Harus Miliki

Fashion atau mode menurut arti katanya merupakan gaya berpakaian yang biasanya populer dalam suatu budaya. Fashion secara tidak langsung merupakan pernyataan pilihan gaya hidup seseorang.


Seorang pria tentu ingin dihargai oleh orang lain dan salah satu cara agar dihargai adalah menghargai diri sendiri. Dan fashion merupakan salah satu perlengkapan dari menghargai diri sendiri.


Bila memasak memiliki peralatan yang wajib dimiliki seperti penggorengan dan panci, fashion bagi pria juga sama, ada benda-benda fashion yang sebaiknya pria miliki. Kenapa benda-benda tersebut harus dimiliki?


Hal ini tiada lain untuk mempermudah para pria terlihat baik dalam berpakaian jika sewaktu-waktu dilanda kehilangan inspirasi dalam berpakaian. Model dan harga dari benda-benda fashion ini tentunya tergantung selera masing-masing disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan usia.


Berikut adalah 10 benda fashion yang pria harus miliki.


1. Setelan jas


Setiap pria sebaiknya memiliki minimal satu setelan jas untuk kepentingan acara formal yang akan dihadiri. Pria Indonesia biasanya sudah puas dengan menggunakan batik untuk acara formal, tapi batik saja tidak cukup apalagi untuk acara wisuda, yusidium, atau barangkali wawancara kerja.


Jika hanya mampu untuk membeli satu setel saja, maka pilihlah warna hitam atau abu-abu. Mintalah kepada pelayan atau yang melayani agar memilihkan model setelan jas yang klasik agar gayanya tetap baik tidak asa-asalan.


2. Kemeja putih atau biru


Kemeja lengan panjang berwarna putih atau biru merupakan kemeja yang cocok untuk berbagai acara formal apalagi jika dipasangkan dengan celana formal hitam. Kemeja lengan panjang putih atau biru merupakan pakaian klasik yang tidak akan pernah mati gaya. Bagi para bankir, pakaian atasan ini sangat cocok bagi anda.


3. Dasi


Sebuah dasi merupakan bagian fashion yang penting karena cocok dengan setelan jas. Anda harus membeli dasi minimal satu dengan corak yang paling keren setiap tahun karena trend dasi selalu berubah secara teratur. Jika anda memakai jas setiap hari, maka anda harus membeli dasi setiap 3 bulan sekali agar anda tetap gaya dan tajam dalam berpenampilan.


4. Sepatu dan ikat pinggang hitam


Salah satu kesalahan fashion yang paling besar adalah memakai ikat pinggang yang warnananya tidak sesuai dengan warna sepatu. Memakai sepatu hitam dan ikat pinggang hitam adalah fundamental dalam fashion pria baik itu kasual maupun formal. Jika bujet anda terbatas dan rendah, belilah minimal sepasang sepatu hitam dan ikat pinggang yang sesuai dengan warna sepatu, yaitu hitam.


5. Jeans biru


Jeans sejak kemunculannya merupakan celana kasual paling populer terutama di kalangan anak muda baik pria maupun wanita. Tidaklah salah jika celana jeans terutama yang berwarna biru merupakan salah satu benda fashion yang wajib ada di lemari pakaian.


Jeans akan selalu tampak bagus dalam keadaan baru maupun lama. Jeans biru merupakan celana serbaguna dan nyaman yang cocok dengan sepatu pantofel, sneaker, sandal, maupun loafer untuk membuat penampilan tampak sporty.


6. T-shirt putih




Namuda - Kaos Polos Putih


Berpenampilan seperti aktor Bruce Willis yaitu bercelana jeans biru dan berkaus putih merupakan salah satu tujuan pria seluruh dunia agar tampak keren ketika tidak bekerja. Memakai t-shirt putih dan celana jeans biru bersama-sama merupakan salah satu cara berpakaian sederhana tapi tampak keren dan tetap nyaman.


Barangkali ini adalah satu-satunya kombinasi berpakaian yang anda bisa pakai setiap hari dalam satu minggu tanpa seorang pun menyadarinya. Tentunya bukan berarti anda hanya membeli sebuah t-shirt putih dan celana jeans biru saja ya, belilah beberapa untuk dipakai bergantian dan juga untuk kepentingan kesehatan.


7. Sweater kesukaan


Setiap pria memiliki sebuah sweater yang dia akan pakai lagi dan lagi, tergantung berapa kali dia ingin memakainya.


Jika anda sama seperti itu, pastikan anda memiliki setidaknya sebuah sweater kesukaan yang membuat anda merasa baik dan sebagai pakaian utama ketika anda sedang dalam kondisi tidak tahu apa yang harus dipakai. Sweater memiliki banyak jenis, pilihlah yang paling sesuai dengan anda.


8. Sepatu sneaker


Kata sneaker merupakan sinonim dari sepatu olahraga yang diciptakan oleh Henry Nelson McKinney di tahun 1917. Meskipun sebenarnya kata itu sudah digunakan sebelumnya di awal tahun 1887 dalam koran Boston Journal yang menyatakan bahwa sneaker digunakan oleh anak laki-laki untuk menamai sepatu tenis.


Sneaker selain nyaman digunakan juga cocok dengan jeans anda dengan tujuan menimbulkan kesan sporty. Belilah sepasang sneaker minimal setahun sekali.


9. Jam tangan


Jam tangan merupakan perhiasan satu-satunya bagi pria, kecuali jika anda sudah menikah tentu cincin kawin anda menjadi salah satu perlengkapan fashion anda.


Seperti hal nya sepatu, jam tangan dapat mengatakan banyak mengenai kepribadian seorang pria dan gaya fashionnya. Jika anda hanya memiliki sebuah jam, pastikan jam tersebut dapat dipakai dalam kesempatan formal maupun kasual.


Disarankan untuk membeli jam yang berkualitas baik agar terhindar dari membeli jam tangan berulang-ulang karena jam yang cepat rusak.


10. Dompet kulit


Sebuah dompet dibutuhkan untuk menjadi tempat uang kertas, bisa juga koin, tempat menyimpan surat-surat penting seperti KTP dan SIM , dan tempat untuk menyimpan kartu debit maupun kartu debit anda.


Dompet kulit yang dipilih sebaiknya berwarna hitam dan cokelat agar dapat menyatu dengan pakaian dan kepribadian anda, serta dompet kulit dengan warna ini adalah benda fashion yang klasik yang akan tetap keren kapan pun dipakai.


Menjadi stylish tidak harus memiliki uang yang banyak agar dapat berganti-ganti pakaian atau membeli banyak aksesoris. Modal utama bagi seseorang agar menjadi pribadi yang dihargai orang lain sebenarnya adalah percaya diri.


Jika anda percaya diri, maka anda pun akan tampak keren dan mempunyai gaya sendiri di mata orang lain. Apa pun yang anda pakai walau harganya biasa-biasa saja dan tidak bermerek, orang lain tidak akan peduli karena anda sendiri sudah menunjukan pribadi yang berkualitas.


Menjadi pribadi yang berkualitas tentunya tidak hanya bermodal tampang ganteng, bertubuh tinggi dan atletis saja, tapi dilihat dari ucapan dan tindakannya. Tentunya untuk menjadi seseorang seperti itu butuh jiwa dan pikiran yang berkualitas juga.


Salah satunya dengan banyak membaca bacaan-bacaan yang berkualitas, bukan hanya sekadar hiburan. Bukankah anda memperoleh pengetahuan tentang fashion ini juga lewat membaca, kan?


Sumber:

http://www.askmen.com/fashion/fashiontip/46_fashion_advice.html

Sep 25, 2021
Tiga Jenis Pakaian Rajut; Cardigan, Sweater, dan Vest

Benda fashion terbuat dari rajutan tentu banyak macamnya. Pakaian rajut dapat dibentuk menjadi sweater, cardigan, vest, syal, sarung tangan, bahkan tas. Khusus untuk pakaian bagian atas, rajutan biasanya dibentuk menjadi cardigan, sweater, dan vest.


Fashionholic tentu tahu apa beda antara cardigan, sweater, dan vest. Tapi bagi orang awam, mungkin masih banyak yang tertukar atau menyamakan semua pakaian rajut dengan sweater, cardigan, atau malah jaket. Ada yang menyebut sweater dengan jaket, ada yang menyebut sweater dengan cardigan.


Khusus untuk cardigan yang disebut sweater tidak begitu salah karena cardigan merupakan salah satu jenis dari sweater. Sementara itu, istilah vest masih belum familiar di telinga orang Indonesia.


Berikut adalah penjelasan mengenai tiga jenis pakaian rajut cardigan, sweater, dan vest yang gomuda himpun dari berbagai sumber.


1. Cardigan


Gomuda - Cardigan Torque Mint Green


Istilah cardigan sebenarnya sangat familiar di telinga para wanita. Cardigan merupakan benda fashion yang harus dimiliki oleh setiap wanita yang peduli penampilan. Cardigan bisa dipakai dalam kesempatan formal maupun informal, digunakan ke kantor atau sekadar berjalan-jalan di taman.


Cardigan merupakan salah satu jenis pakaian rajut atau sweater yang terbuka di bagian depan. Bisa terdapat kancing, bisa juga tidak. Nama cardigan merujuk pada James Brudenell, Earl of Cardigan ke-7, Mayor Jenderal Pasukan Inggris yang memimpin sebuah pasukan berkuda pada Pertempuran Balaclava.


Kejadian tersebut sangat membekas hingga pakaian rajut yang digunakan tentara saat itu diberi nama cardigan.


2. Sweater


Gomuda - O-Neck Plain Raw Moca


Istilah sweater seringkali tertukar dengan sweatshirt. Orang Indonesia biasanya menyamakan sweatshirt dengan sweater. Semua jenis pakaian atas yang menutupi badan dan lengan, berbahan agak tebal daripada kaos, tanpa kancing serta bisa dijadikan luaran, semua disebut sweater.


Sebenarnya sweatshirt merupakan tipe lain dari sweater. Bahan sweatshirt berbeda dengan sweater. Sweatshirt berbahan kain katun jersey, sedangkan sweater berbahan katun berupa benang yang dirajut. Kain dan rajutan sudah pasti berbeda.


Sweater sendiri terbagi menjadi dua yaitu cardigan dan pullover. Pada akhirnya kebanyakan orang memisahkan istilah sweater dan cardigan menjadi dua istilah yang berbeda. Sweater merupakan atasan tertutup yang menutupi badan serta lengan, sementara cardigan merupakan sweater yang terbuka di depan baik menggunakan kancing maupun tidak.


Sebutan sweater lebih banyak digunakan di Amerika Serikat, sedangkan di Inggris disebut pullover, jumper, atau jersey.


3. Vest


Gomuda - Basic Vest Volcano Ash


Istilah vest sebenarnya agak jarang terdengar di telinga orang Indonesia. Yang sering terdengar adalah rompi. Yup, vest memang sama dengan rompi.


Rompi merupakan pakaian bagian atas tanpa lengan. Rompi sendiri umumnya terdiri dari dua jenis sesuai dengan bahannya. Ada yang terbuat dari kain biasa, ada yang terbuat dari rajutan.


Untuk yang berbahan rajutan, agar memudahkan identifikasi pendengar sebaiknya disebut sweater vest. Sweater vest merupakan istilah yang sering digunakan di Amerika Serikat, sementara orang Inggris menyebutnya tank top atau sleeveless jumper (jumper tanpa lengan).


Itulah sedikit penjelasan mengenai cardigan, sweater, dan vest. Tertarik untuk menggunakan sweater di kesempatan formal atau informal?

Sep 25, 2021
Empat Fakta Dibalik Merajut yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Banyak dari kita beranggapan bahwa kegiatan merajut adalah berasal dari benua Eropa, dilakukan oleh perempuan terutama nenek-nenek berkacamata yang sedang duduk di kursi goyang menikmati merajut untuk mengisi masa tua, dan merajut adalah hobi.


Tapi tahukah kamu fakta dibalik merajut yang sebenarnya? Well, here they are.


# Merajut berasal dari Eropa?


Faktanya para peneliti seni rajut memang belum menemukan data kongkrit yang mendetail mengenai sejarah seni rajut berasal dari benua apa. Tapi para peneliti kemudian menemukan sepasang kaus kaki berbahan katun dengan motif kaligrafi yang rumit berasal dari Mesir pada tahun 1000 M.


Julie Theaker dalam artikelnya yang berjudul History of Knitting yakin bahwa merajut kemungkinan besar berasal dari Timur Tengah dan Islam. Alasannya pada awalnya merajut menggunakan benang sutra atau katun, kalau dari Eropa pasti menggunakan wol atau linen. Teknik merajut sebagian besar diajarkan dari kanan ke kiri, sesuai dengan budaya menulis orang Arab, berbeda dengan Eropa yang menulis dari kiri ke kanan.


# Merajut dilakukan oleh perempuan terutama nenek-nenek?


Sama dengan sejarah penggunaan sepatu bertumit tinggi atau high heels, merajut pada awalnya dilakukan oleh para pria. Pada abad pertengahan, rajutan dianggap sangat berharga dan hanya untuk kalangan tertentu saja. Saking eksklusifnya, mereka yang pandai merajut dikumpulkan dalam satu tempat khusus dan dianggap terhormat.


Hampir semua perajut berjenis kelamin pria, dan ada gelar tertinggi yaitu master. Jika mau bergabung harus melewati masa magang dulu, dan jika ingin mencapai gelar master, mereka harus melewati ujian berupa membuat mahakarya dengan benang khusus yang mereka pintal sendiri terlebih dahulu.


# Merajut untuk mengisi masa tua?


Sebelum revolusi industri yang memuntahkan mesin-mesin berteknologi tinggi untuk menghasilkan barang lebih banyak dan cepat, merajut adalah sebuah pekerjaan. Seiring dengan perkembangan jaman, pada akhirnya perajut digantikan oleh mesin, dan kegiatan merajut hanya dilakukan sebagai hobi, syukur-syukur bisa jadi sumber penghasilan tambahan seperti membuat sweater rajut, atau menjadi salah satu keterampilan wajib karena tradisi di daerah tertentu seperti pada wanita bangsawan Inggris di masa Victoria.


# Merajut hanya hobi?


Merajut adalah hobi memang betul, karena kalau kamu berkata bahwa merajut itu sulit juga rumit, serta tidak ada passion atau hasrat ingin mendalami dan sering ada kata menyerah, maka itu bukan hobi. Selain hobi, merajut ternyata ada fungsi kesehatannya.


Betsan Corkhill, penulis buku “Knit for Health and Wellness – How To Knit a Flexible Mind and More…”, ahli fisioterapi, dan pendiri Stitchlinks mengatakan bahwa merajut adalah terapi terbaik karena dapat mengatasi nyeri, depresi, stress, kecanduan, Alzheimer, dan dapat digunakan untuk anak berkebutuhan khusus (ADHD).

Sep 25, 2021
Mengenal Jenis Syal & Scarf

Walaupun terbilang sepele, memakai syal dalam berbagai kesempatan dapat membuat penampilan anda lebih berwarna dan tentunya fashionable. Jika diantara pembaca setia 4muda ada yang favorit mengenakan pelengkap pakaian satu ini, tentunya tepat membaca artikel berikut ini.


Secara harfiah, syal berasal dari bahasa persia, Shal, artinya secarik kain yang dipakai secara longgar di atas bahu, tubuh bagian atas atau lengan. Kadang-kadang juga sering dikenakan sebagai penutup kepala sebagai kerudung.


Namun, istilah syal (shawl) sering disama artikan dengan istilah scarf. Memang kedua istilah tersebut merujuk pada pelengkap pakaian bagian atas. Nah, untuk membedakannya, berikut ulasan singkatnya:


Shawl, merupakan sebuah kain berbentuk persegi panjang/segi tiga/ persegi, yang didisain untuk menutupi seluruh bahu melingkar kebelakang leher sampai pinggang. Jadi, syal dapat menghangatkan leher, punggung dan pinggang. Ukuran umumnya, lebar antara 80-110 cm dengan panjang 180-210 cm.

Scarf, merupakan sebuah kain berbentuk persegi panjang yang didisain untuk menghangatkan leher saja. Scarf dikenakan dengan cara melilitkan kain ke leher. Ukuran umumnya, lebar 10-40 cm dengan panjang 120 -200 cm.

Menelisik asal usul syal, maka nama Sayeed Ali Hamadani patut di sebut. Hal itu karena, melalui tangan beliau lah syal pertama yang terbuat dari benang wol dibuat di Kashmir. Walaupun begitu, Sayeed Ali bukan berasal dari daerah ini, ia berasal dari kota Hamedan, Iran.


Ceritanya, saat Sayed Ali berkunjung ke Kashmir pada abad ke 14, ia melihat keindahan alam yang sangat luar biasa disana. Memang, kashmir merupakan sebuah dataran tinggi dan lembah indah di selatan pegunungan Himalaya, sehingga cuacanya sangat baik untuk melakukan peternakan, salah satunya kambing.


Kebetulan, Sayeed Ali berkunjung ke Ladakh, daerah kashmir penghasil kambing terbaik. Bulu kambing disini dikenal akan warnanya yang putih dan halus. Berkat kejelian dan pengetahuannya, Sayeed Ali mengubah daerah tersebut menjadi berkembang, salah satunya melalui kerajinan tangan berupa Shal.


Berkat usaha tersebut, UNESCO pada tahun 2014 menobatkan Sayeed Ali Hamadani sebagai tokoh berpengaruh dalam sejarah yang berperan mengubah kashmir menjadi lebih baik, dari segi ekonomi, seni dan budaya.


Berikut beberapa jenis syal yang ada di pasaran dunia


1. Kashmir Shawl


Dari namanya, jenis syal ini berasal dari kashmir. Shal kashmir muncul bersama sama sama dengan pashima. Kedua jenis syal ini merupakan syal terkemuka di dunia. Syal ini pertama kali muncul di daerah utara India atau Cashmere.


Syal kasmir menggunakan wol dari bulu-bulu domba yang hidup di atas dataran kasmir yang hanya dapat dipanen bulunya sekali dalam setahun saja, sehingga jenis syal ini tergolong langka dan mewah.


Secara industri, kain ini banyak di produksi pada abad ke-15 saat Kashmir dikuasai oleh Zayn-ul-Abidin, saat ia mendatangkan para cendikia muslim dari Asia tengah, salah satunya Sayeed Ali Hamadani.


Bulu domba yang memiliki warna dasar putih, coklat atau hitam ini banyak digemari oleh para penjelajah dari Eropa, salah satunya Napaleon III. Ia menjadikan kain kasmir sebagai hadiah selendang kepada istri tercintanya, Eugenie.


2. Pashmina


Pashmina merupakan salah satu jenis syal dari kasmir yang paling eksklusif. Jenis syal ini pertama kali ditenun di India utara. Nama pashmina sendiri berasal dari persia, yang artinya “terbuat dari wol”.

Wol atau bulu-bulu kambing yang dijadikan pashmina tidak sembarangan, wol berasal dari bulu janggut domba. Dombanya juga harus berasal dari dataran tinggi Himalaya, Ladakh, dengan ketinggian sekitar 4200 meter. Diperkirakan keberadaan kain ini telah ada sejak abad 3 sebelum masehi.


Seiring penyebaran pashmina ke berbagai negara, pashmina pun mengalami perubahan dari segi bahan. Misalnya di Indonesia, ada pashmina yang terbuat dari satin dan tyrex. Penggunaannya pun, lebih beragam, selain dijadikan shal, pashmina juga bisa dijadikan selendang, gaun dan hijab.


3. Do Shalla


Raja Akbar yang kala itu memerintah kerajaan Mughal, India, sangat mengaggumi shal dari kasmir. Ketertarikannya itu bermula saat ia melihat syal dikenakan oleh para bangsawan. Mereka biasa menambahkan border dari emas, perak atau sutera, menjadikan shal lebih elegan dan mewah.


Namun raja akbar sendiri menginginkan shal yang berbeda dari lainnya, sehingga ia pun memerintahkan disainer pakaian kerajaan untuk membuat shal yang elegan, mewah dan unik, dan terciptalah do-shala.


Sesuai namanya, do shala berarti dua shal, yakni syal yang harus dijual sepasang. Kain kasmir memiliki ukuran yang sama dengan ornament pinggiran bertaburkan sutera, emas, perak dan manikan mewah lainnya.


Secara umum, do shala terdiri dari dua tipe, pertama disebut khali-matan, yaitu do-shala polos tanpa ornament tambahan. Dan Char-bagan, yakni do-shala yang terbuat dari empat kain dengan warna berbeda yang disatukan bersama, biasanya ditengah kain terdapat ornament berbentuk bunga yang terbuat dari emas atau perak. Selain di tengah, pinggirnya pun terdapat ornament yang disebut kunj. Pemakaian do-shala dapat menaikan nilai status seseorang kala itu.


4. Knit Shawl


Gomuda - Half Classic Cotton Scarf


Knit shawl atau syal rajut merupakan jenis syal yang sering kita jumpai di pasaran. Karena bentuknya yang simple, yakni berbentuk persegi panjang, dimana lebarnya tidak lebih dari 20 cm dengan panjang antara 170-200 cm, sehingga cocok untuk menghangatkan bagian leher tanpa menutupi baju.


Syal ini umumnya dibuat dari bahan wol biasa, namun seiring perkembangan zaman, ada juga knit shal yang terbuat dari wol sintetis. Selain itu, penggunaanya juga semakin luas, tidak hanya digunakan kala musim dingin tiba, knit shal seakan menjadi aksesoris wajib para supporter bola.


Karena lebarnya yang tidak terlalu besar itu, syal rajut biasanya kurang efektif untuk menghangatkan bahu hingga pinggang, sehingga masih butuh perlengkapan tambahan seperti jaket atau sweater.


5. Fringe Shawl


Jenis syal ini terbuat dari jenis apapun dan tergolong syal unik, karena pada bagian pinggirnya (fringe) terdapat tambahan benang yang merumbai-rumbai. Saat pertamakali diciptakan, Syal ini bisa dipakai oleh pria maupun wanita.


Walaupun begitu, bagi para pria yang menginginkan menggunakan jenis syal ini perlu memilih dengan cermat karena bisa saja jika anda salah pilih, syal tersebut malah akan menutupi sisi maskulin anda.


6. Stole


Bisa dibilang stole adalah syal formal, didisain untuk menutupi seluruh bahu pada pakaian pesta. Jenis syal ini khusus digunakan oleh wanita dalam acara resmi seperti pesta pernikahan atau resepsi kenegaraan. Di dalam negeri, stole disebut gaun selendang.


Bentuk stole lebih sempit dibandingkan shawl dengan konstruksi kain lebih simple, sehingga ujung-ujung stole dapat dililitkan juga pada sikut tangan. Ukuran umumnya, lebar 50-70 cm dengan lebar 175-190 cm. Karena lebarnya pendek, stole sering dikategorikan scarf.


Bahan utama untuk membuat stole biasanya terbuat dari material ringan seperti kain sutera dan chiffon dengan teknik jahitan akhir seperti di crop, di hem atau bound. Di beberapa tempat, stole juga bisa dibuat dari bulu binatang seperti rubah


Demikianlah beberapa jenis syal yang dapat kita temui di pasaran, semoga informasi kali ini menambah khazanah wawasan kita semua.


Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Shawl

https://en.wikipedia.org/wiki/Scarf

http://explore.blarney.com/shawl-wrap-stole-scarf-difference/

Sep 25, 2021
Mengapa Rajut Cashmere Sangat Mahal dan Unggul?

Cashmere merupakan salah satu bahan pakaian yang banyak dicari di dunia. Bahan cashmere memiliki struktur serat lebih halus, lembut, ringan dan kuat daripada bahan wol lainnya. Bahan cashmere ini telah sejak lama digunakan oleh pihak kerajaan dan para bangsawan. Hal ini menunjukan cashmere memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan produk wol sejenisnya.


Mengenal Bahan Rajut Cashmere


Cashmere adalah bahan pakaian sejenis wol. Wol sendiri adalah serat pakaian yang terbuat dari bulu hewan seperti domba dan kambing. Yang membedakan cashmere dengan bahan wol lainnya yaitu bahan ini terbuat dari kambing gunung berjenis Capra hircus laniger, yang hidup di dataran tinggi Cashmere.


Namun seiring perkembangan zaman, kambing domestik disekitarnya yang berkerabat dengan Capra hircus, yaitu Capra aegagrus hircus juga dapat menghasilkan bahan wol ini.


Sejak awal ditemukan, bahan cashmere memiliki serat halus nan lembut, namun ringan saat dikenakan dan tahan lama. Meski seratnya setipis rambut, bahan cashmere tidak mudah putus saat dirajut.


Jenis kambing gunung yang menghasilkan bahan pakaian mahal ini dikenal juga sebagai kambing gunung kaki himalaya. Perlu diketahui, himalaya sendiri adalah gunung tertinggi di Bumi, yang selalu tertutupi salju abadi, dimana temperatur di kaki gunungnya saja bisa mencapai minus 30 derajat.


Kemampuan adaptasi kambing gunung dalam menghalau cuaca dingin di dataran tinggi Cashmere, membuat kambing ini dilengkapi bulu-bulu yang tebal-tipis, halus namun tidak mudah tertepa angin. Juga bulu ini menjaga kambing tetap hangat.


Kambing cashmere memiliki dua lapisan bulu pada kulitnya, yaitu bagian tebal pada lapisan luar dan bagian halus di sisi dalamnya. Perlu diketahui, wol standar yang dihasilkan dari domba biasa memproduksi 3 kilogram wol, sedangkan wol cashmere dari kambing gunung ini hanya 200 gram saja setiap tahunnya.


Karena sedikitnya bulu-bulu yang dapat dicukur pada kambing gunung Capra hircus ini, membuat pasokan bulu mentah cashmere sangat terbatas setiap tahunnya. Meski diakali dengan membuat peternakan kambing gunung ini di tempat yang memiliki habitat serupa, hal tersebut masih belum cukup untuk menutupi permintaan pasar di dunia. Saat ini, bahan wol cashmere yang diproduksi hanya sekitar 0,5% dari total produksi wol dunia.



Selain terbatasnya bulu mentah, mengolah wol cashmere memerlukan beberapa langkah produksi cukup panjang, diantaranya:


  • Pertama, proses Goats shearing, atau proses dimana bulu-bulu kambing digunting. Proses ini biasanya dilakukan saat musim semi tiba (saat cuaca lebih hangat).
  • Kedua, wol yang telah dikumpulkan dinilai untuk dipilih tingkat kehalusan serta panjang seratnya.
  • Ketiga, bulu-bulu mentah ini kemudian dicuci bersih, lalu dikeringkan.
  • Kempat, bulu mentah dicelup dengan warna yang di inginkan, lalu diangin-angin agar tidak menggumpal.
  • Kelima, bulu-bulu cashmere melalui proses carding, yaitu menyikat wol untuk meluruskan serat-seratnya, agar mudah bersatu menjadi benang.
  • Keenam, setelah disikat, wol cashmere tersebut dipisahkan menjadi helain-helaian rambut. Rambut-rambut tersebut setidaknya harus setipis 14 micrometers. Kualitas wol cashmere tergantung dari kehalusan dan panjang serat dan kualitas masing-masing rambut yang akan menjadi benang.
  • Ketujuh, rambut-rambut tersebut lalu dipintal menjadi benang-benang wol cashmere, lalu digulung.
  • Terakhir, benang-benang wol cashmere ada yang ditenun langsung menjadi kain atau dijual dalam bentuk benang saja.


Besarnya permintaan pasar namun sedikitnya produksi membuat harga wol cashmere selangit. Bahkan beberapa rumah produksi menyiasatinya dengan mencampur dengan bulu wol biasa, sehingga harga nya dapat ditekan. Meski begitu, harganya tetap masih mahal.


Kriteria suatu wol dikatakan bahan Cashmere


Untuk mencegah pemalsuan wol cashmere dipasaran, Amerika Serikat bahkan mengeluarkan undang-undang pelabelan produk tekstil yang berlabel wol cashmere, setidaknya harus memenuhi kriteria:


  • Produk wol harus berasal dari serat lapisan bawah kambing asli pegunungan himalaya dari jenis Capra hircus laniger
  • Diameter rata-rata serat produk wol tidak melebihi 19 mikron
  • Produk wol tersebut tidak mengandung lebih dari 3 persen (berat) serat cashmere dengan diameter melebihi 30 mikron
  • Diameter serat rata-rata dapat dikenakan koefisien variasi, nilainya tidak boleh melebihi 24 persen
  • Apa saja keunggulan bahan cashmere dibandingkan bahan rajut dan wol lainnya?


Meski mahal, pakaian berbahan wol cashmere banyak diburu orang, selain nyaman dikenakan, memakai wol cashmere menambah nilai lebih pada si pemakainya. Terlepas dari itu semua, sebenarnya apa keunggulan bahan cashmere dibandingkan bahan pakaian lainnya, berikut alasanya:


  • Serat-serat wol cashmere lebih tipis dan halus, sehingga jika dibuat pakaian terasa ringan saat dikenakan dan lebih licin dikulit, seperti mengenakan kain sutera.
  • Cashmere memiliki nomor keriting, tingkat kerutan, dan tingkat pemulilhan kerut lebih bagus dibandingkan wol biasa.
  • Serat cashmere memiliki nilai reduksi yang baik, sehingga tidak menyusut setelah dicuci.
  • Serat cashmere memiliki nilai kohesi yang baik, retensi panas yang baik sekitar 1,5 hingga 2 kali dari wol biasa.
  • Isi serat cashmere lebih tinggi dari wol, sehingga lebih kaku namun lebih lembut dari wol biasa.
  • Serat cashmere lebih kecil dari wol, sehingga lebih halus, sehingga kualitas penampilan cashmere setelah dibuat pakaian lebih baik dari wol biasa.
  • Serat cashmere memiliki tingkat kehalusan yang seragam, kerapatannya lebih kecil dari wol biasa, penampangnya bulat biasa, dan produknya lebih ringan.
  • Penyerapan kelembapan wol cashmere lebih baik daripada wol pada umumnya, sehingga proses produksi wol cashmere saat menyerap zat warna secukupnya dan tidak mudah memudar.
  • Wol cashmere memiliki tingkat penyusutan felting lebih kecil dari pada wol biasa, sehingga tidak mudah kusut.


Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Wol

https://en.wikipedia.org/wiki/Cashmere_wool

http://id.arflyfeltpad.com/info/the-difference-between-wool-and-cashmere-30252596.html

hanalutfianigmail.wordpress.com

Sep 25, 2021
Bagaimana Sweater Rajut Terbaik Dibuat?

Sweater rajut atau dikenal dengan knit sweater atau knitted sweater memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya. Begitupun dengan proses produksinya yang sangat unik dan membutuhkan waktu cukup lama untuk beberapa jenis model sweater rajut.


Tak hanya itu, tangan-tangan ahli dalam membuat rajut pun terbilang sedikit, tak seperti pengrajin/konveksi kaos ataupun kemeja. Sehingga tak heran sejarah sweater rajut yang awalnya hanya dipakai di kerajaan dan termasuk barang mahal ini masih menjadi favorit beberapa orang, yang kini dipakai bukan lagi hanya sebagai penghangat badan, namun juga untuk style ngantor, ataupun kegiatan keseharian lainnya.


Bahan utama rajut pun berbeda-beda sehingga hargapun tak sama mulai dari yang murah seperti akrilik hingga termahal yakni cashmere dan woll yang diproduksi dari bulu-bulu domba berkualitas tinggi. Di Indonesia sendiri Cashmere termasuk sangat jarang bahkan sulit ditemukan, kecuali memesan langsung dari negara lain alias impor. Bahkan katun pun sebagai bahan terbaik yang cocok dengan iklim dan sering dipakai di Indonesia masih banyak yang impor.


Lalu bagaimana dengan cara pembuatan sweater rajut berkualitas? Sebelumnya mari kita perhatikan video berikut.



Dalam video singkat cara pembuatan sweater rajut jenis cardigan dari merek kenamaan Chanel tersebut, terlihat bahwa pantas dihargai mahal saat pembuatannya pun memerlukan keahlian khusus dan penuh dedikasi.


Jika dirangkum, berikut adalah beberapa tahapan bagaimana membuat sweater rajut berkualitas yang disimpulkan dari berbagai sumber:


  • Mesin rajut kebanyakan yang dipakai ada dua tipe yakni manual dan komputer. Saat menggunakan mesin rajut komputer, maka desain yang dihasilkan lebih beragam hingga yang paling rumit motifnya. Sehingga harga sweater rajut yang dibuat menggunakan mesin rajut komputer biasanya lebih mahal dibandingkan menggunakan mesin manual.
  • Bahan rajut beraneka jenis, namun yang terbaik dan banyak digunakan diantaranya Cashmere, woll dan katun. Di Indonesia sendiri katun paling banyak digunakan untuk sweater berkualitas tinggi, mengingat bahan cashmere maupun woll jarang ditemukan kecuali merek-merek internasional yang hadir di Indonesia seperti uniqlo, zara dengan bandrol harga jauh lebih mahal dari katun.
  • Ukuran benang yang dipakai disebut gauge, makin kecil nilai gauge maka makin tebal rajutannya. Biasanya di Indonesia memakai benang 12 atau 9 gauge untuk yang cukup tapi tidak terlalu tipis cocok untuk style pelengkap kegiatan sehari-hari seperti dipadupadankan dengan kemeja atau jas. Sedangkan untuk yang tebal biasanya berukuran 7, 5 atu 3 gauge yang dapat dipakai di cuaca dingin hingga minus jika travelling keluar negeri.
  • Proses merajut, biasanya dibagi pada 3 bagian, yakni badan, tangan, kerah.
  • Linking adalah tahapan selanjutnya membuat sweater rajut menyatu menjadi kesatuan yang utuh dari badan, tangan, kerah.
  • Membersihkan sisa-sisa benang rajut dibagian luar dan dalam, serta membetulkan rajutan yang kurang rapi.
  • Jika bahan termasuk washable maka proses selanjutnya adalah washing and drying. Hal ini dilakukan menggunakan obat dalam washing nya agar bahan lebih kuat dan ketat, serta menggunakan open khusus untuk mengeringkannya. Melalui washing and drying, sweater rajut lebih halus, lembut namun kuat serta tidak berbau minyak dari mesin rajut.
  • Pressing and ironing atau sering disebut steam dan setrika adalah tahapan selanjutnya. Dengan steam membuat sweater rajut lebih tetap tidak berubah sesuai dengan ukuran yang diinginkan serta membuatnya tidak kusut sebelum dikemas.
  • Proses selanjutnya adalah melengkapi, jika jenis sweater berupa cardigan atau lainnya yang memerlukan aksesoris seperti kancing, resleting dan lainnya.
  • Packing termasuk memasang label dan tag.


Demikianlah tahapan membuat sweater rajut berkualitas. ditambah dengan ketelitian dan kerapihan pengrajin dalam membuatnya maka akan semakin tinggi kualitas, semakin awet dan mahal harganya. Jika masih penasaran, perhatikan video lainnya bagaimana sweater rajut woll terbaik dibuat.



Bagaimana sudah jelas? Yuk belanja sweater rajut pria Gomuda dengan beragam pilihan yang keren dan elegan, cek produknya di www.gomuda.co ya

Sep 25, 2021
Kain Modal, Kain Katun Premium Dalam Dunia Fesyen

Jika kita mendapati pakaian yang bahannya sehalus sutera namun terbuat dari katun, maka dapat dipastikan pakaian tersebut terbuat dari kain modal. Jenis kain ini biasanya ditujukan untuk membuat pakaian dalam atau pakain luaran yang eksklusif.


Bisa dikatakan, kain modal telah merevolusi dunia fesyen dengan beratnya yang relatif ringan daripada katun biasa, lebih elastis, dan lebih sejuk dan nyaman saat dikenakan, karena memang bahan utamanya terbuat dari serat kayu beech yang terkenal ramah lingkungan.


Jenis kain ini sangat cocok digunakan dalam berbagai kesempatan, baik dibuat untuk pakaian luaran maupun dalaman atau di tujukan untuk pakaian rumah maupun pakaian hangout.


Apa Itu Kain Modal?


Membahas dari mana asal usul kain modal, maka kita perlu mengetahui bahwa jenis kain ini termasuk Rayon. Rayon adalah kain yang terbuat dari serat pepohonan, terutama bagian selulosanya yang diolah secara kimiawi, sehingga rayon tergolong kain berbahan serat semi-sintetis.


Penemuan kain rayon sendiri tidak terlepas dari penemuan bahan-bahan kimiawi yang berguna dalam meregenerasi selulosa sehigga menjadi serat pakaian. Diantaranya:


  • Henri Braconnot (1832), menemukan bahwa selulosa dapat bereaksi dengan nitric acid, namun proses ini tidak stabil dan menimbulkan ledakan.
  • Georges Audemars (1855), dari kegagalan Henri, George menemukan solusi bahwa tingkat nitrifikasi, penyebab ledakan sebelumnya, dapat dipecahkan dengan senyawa ether dan acetone. Ini menjadi dasar pembuatan kain sutera buatan pertama di dunia, yang nantinya disebut rayon.
  • Paul Schutzenberger (1865), menemukan bahwa selulosa bereaksi baik dengan acetic anhydride menjadi bentuk baru, cellulose acetate. Penemuan ini disempurnakan oleh kimiawan jerman lain, Arthur Eichengrun dan Theodore Becker pada tahun 1903.
  • Matthias Eduard Schweizer (1818-1860), menemukan bahwa selulosa dapat larut dalam senyawa tetraaminecopper dihydroxide. Penemuan ini disempurnakan oleh Max Fremery dan Johann urban pada 1897, pengembang serat karbon dengan menggunakan bola-bola cahaya. Produksi rayon untuk tekstil pertama sendiri dimulai pada 1899 oleh perusahaan Vereinigte Glanzstoff Fabriken AG melalui metode Cuprammonium Rayon. Metode ini disempurnakan di pabrik J.P Bemberg AG pada 1904.
  • Charles Frederick Cross dan Edward John Bevan, Clayton Beadle (1894) menemukan kain sutera buatan (rayon) dengan metode Viscose. Melalui cara ini, selulosa direaksikan dengan bahan kimia yang memiliki viskositas kuat carbon disulfide, yang menghasilkan turunan Xanthate. Xhanthate ini nantinya dapat dikonversi kembali menjadi selulosa yang telah menjadi serat-serat kain.


Kain modal sendiri dikembangkan pertama kali di Jepang pada 1950an. Namun saat ini, kain modal banyak diproduksi oleh perusahaan tekstil Austrian, Lenzing AG. Pabrik ini menjual hasil produksi melalui hak merek dagang: Lenzing Modal, China Modal, dan Formatex.


Disamping ketiga merek standar diatas, pabrik ini juga meluncurkan versi kain modal super ringan, dengan merek Micro Modal dan Modal Air. Jenis kain modal ini lebih halus dan lembut, menghasilkan kain rajutan yang lebih mewah.


Bagaimana Kain Modal Diproduksi?


Modal diproduksi melalui bio-based, dimana terbuat dengan memintal kembali partikel-partikel selulosa kayu beech. Untuk membuat kain modal terbilang ramah lingkungan daripada kain katun murni, karena untuk menumbuhkan kayu beech tidak memerlukan banyak air dan saat proses produksi hanya memerlukan 10%-20% air lebih sedikit.


Meski material kain berasal dari pohon tanaman, proses produksinya melibatkan berbagai macam larutan kimiawi seperti sodium hydroxide dan carbon disulfate, yang menyebabkan kain ini berkategori semi-sintetik, seperti Rayon.


Modal sejatinya dibuat dengan teknik pabrikasi seperti membuat kain rayon, tetapi memiliki beberapa kelebihan, lebih kuat daripada kain rayon standar dan lebih halus daripada kain katun standar.


Berikut beberapa langkah produksi untuk membuat kain modal:


  • Pohon Beech dipanen, di iris tipis-tipis, dan dibuat bubur kayu (pulp). Bubur kayu tersebut diekstrak untuk diambil selulosanya saja.
  • Lalu, selulosa yang terkumpul dicetak sehingga menjadi lembaran-lembaran, kemudian direndam dalam sodium hydroxide.
  • Lembaran-lembaran selulosa yang telah melalui proses perendaman, direcah menjadi potongan kecil-kecil, untuk direndam kembali dalam larutan carbon disulfate. Dari proses ini dihasilkan sodium cellulose xanthate.
  • Selulosa xanthate direndam kembali dalam larutan sodium hydroxide, sehingga dihasilkan cairan yang terpisah dari larutan utama. Cairan yang terpisah ini kemudian dialirkan melalui spinneret, semacam alat berlubang yang menghasilkan serat-serat kain.
  • Serat-serat kain yang terbentuk harus direndam dalam larutan sulfuric acid terlebih dahulu agar menjadi benang kain. Lalu, benang-banang kain ini dicuci, diwarnai dan dikeringkan. Terakhir, benang digulung dalam wadah berbentuk kumparan (di Spool).
  • Selanjutnya, gulungan benang ini dirajut atau dianyam sehingga menjadi kain modal.

 


Kelebihan Menggunakan Kain Modal


Benang kain modal ditujukan untuk membuat pakaian dengan kualitas mewah, karena kehalusanya hampir sama dengan kain sutera. Namun pada prakteknya, benang modal sering digunakan sebagai bahan campuran pada produk tekstil lainnya, agar kain yang dihasilkan ringan dan halus.


Misalnya untuk membuat kain katun modal terbuat dari serat campuran dengan komposisi serat kayu beech (50%) dan serat kapas (50%). Berikut beberapa keunggulan menggunakan kain berbahan modal.


  • Elastis, karakteristik kain modal elastis membuatnya cocok jika dibuat pakaian olahraga dan t-shirt.
  • Lembut, kain ini jika disentuh sangat halus sehingga sering digunakan untuk kurung bantal, baju tidur dan pakaian dalam.
  • Sejuk, modal banyak digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai pakaian olahraga dan pakaian untuk bersantai, karena karakteristiknya yang sejuk saat dikenakan.
  • Menyerap air, karakteristik paling penting dari kain ini yakni mampu menyerap keringat 50% lebih banyak dari kain katun biasa.
  • Kuat, disamping elastis dan lembut kain modal juga sangat kuat karena ditenun rapat dan menggunakan serat kain yang panjang.
  • Cantik, sebagai alternatif selain sutera, kain ini dapat dijadikan ornamen memperindah pakaian.
  • Ramah lingkungan, kain ini terbuat dari serat selulosa pohon beech dan menggunakan sedikit campuran kimiawi dalam proses pembuatanya.
  • Tidak berbulu, karakteristik kain ini yakni tidak ada bulu yang menyembul keluar sehelai pun.
  • Pewarnaan cepat, dalam proses produksi, warna yang masih tertinggal diserap dalam air hangat dan tidak bersisa saat proses pengeringan. Menyebabkan kain ini anti-belel.
  • Tidak menyusut, tidak seperti kain rayon pada umumnya, modal lebih tahan dari penyusutan setelah dicuci.
  • Biodegradable, artinya kain jenis ini mudah terurai oleh alam.
  • Tidak kusut, modal tahan terhadap lipatan dan halus dengan sekali setrika.
  • Sehingga, kami dari Gomuda dengan bangga menghadirkan kaos polos dan henley shirt dengan bahan kualitas premium katun modal yang sangat nyaman dipakai, sejuk, antibakteri dan ringan.


Jika kalian memiliki pakaian berbahan kain modal, berikut cara untuk merawatnya:


  • Cuci menggunakan air dingin. Kain modal murni dapat dibersihkan dalam air dengan suhu apapun, hanya saja menggunakan air dingin lebih bagus.
  • Jangan gunakan pemutih pemakain
  • Setelah dicuci, pakaian dikeringkan dalam suhu yang tidak terlalu panas (dibiarkan semalaman tanpa sinar matahari lebih baik)


Sempat disinggung, karena ke elastisitasanya kain ini cocok dibuat menjadi t-shirt. Namun t-shirt atau kaos berbahan kain modal pastinya memiliki harga selangit. Perlu pembaca ketahui, selain katun modal umumnya kaos yang beredar dipasaran dapat dibuat dari beberapa jenis kain seperti:


  • Pima, merupakan kain berbahan 100% serat katun langka. Dikatakan langka karena jenis serat kapas yang digunakan berasal dari 1% dari seluruh produksi kapas dunia.
  • Bamboo, merupakan kain katun yang terbuat dari campuran serat kapas 30% dan serat bambu 70%.
  • Combed, merupakan kain berbahan katun yang terbuat dari serat kapas, diproses dengan cara disisir, makanya disebut COMB.
  • Carded, merupakan kain berbahan katun yang terbuat dari serat kapas, sistem pemilahan benang dengan cara di-carding atau digaruk. Carded tidak sehalus Combed.
  • Polyster, merupakan jenis bahan yang terbuat dari serat sintesis (dari hasil minyak bumi) untuk dibuat bahan serupa serat fiber poly. Kaos ini tidak bisa menyerap keringat dan sangat panas ketika dikenakan.
  • Teteron cotton, merupakan kain dengan campuran 35% katun (serat kapas) dan 65% polyster (serat fiber poly).
  • Viscose, merupakan kain berjenis rayon. Rayon terbuat dari serat sintesis selulosa organik.
  • Cotton viscose, merupakan kain yang terbuat dari campuran combed 55% dan viscose 45%.
  • Hyget, merupakan kain yang terbuat dari benang berbahan plastik.

 


Referensi:


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rayon#Modal


https://masterclass.com/articles/fabric-guide-what-is-modal-fabric#what-is-the-difference-between-modal-and-lyocell

Sep 25, 2021
Pengertian Ukuran Gauge Rajutan

Gauge atau sering disebut GG, mengacu pada ukuran kehalusan “Mesin Rajut”.


Istilah ini mengacu pada jumlah jahitan per inci, bukan ukuran pakaian jadi. Pengukur diukur dengan menghitung jumlah jahitan (di rajutan tangan) atau jumlah jarum (di tempat mesin rajut) lebih dari beberapa inci kemudian membaginya dengan jumlah inci dalam lebar sampel.


Gomuda sendiri menggunakan benang rajut dengan ketebalan 7 gauge dan 12 gauge. Dimana ukuran 7 gauge merupakan rajutan tebal, sedangkan ukuran 12 gauge lebih halus, tidak tebal dan tidak terlalu tipis. Cocok untuk iklim tropis Indonesia.


Ada dua jenis klasifikasi Alat Rajut atau Satuan Ukur:


  1. Digunakan untuk mesin datar mode Sepenuhnya Katun (Bentley – Monk, Textima, Sheller dll.) Di mana “Gauge” diukur dalam 1,5 “Inches (2,54 cm x 1,5) dan alat ukur mesin dinyatakan oleh jumlah jarum yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran itu.
  2. Digunakan untuk Mesin Flat Elektronik tangan, mekanik atau modern (Stoll, Shima, Protti dll.), Di mana pengukur diukur dengan kenaikan 1 inci (atau 2,5 cm) dan pengukur mesin juga diukur dengan jumlah jarum yang sama diperlukan untuk mencapai angka itu.


Faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran rajutan


Ukuran kain rajutan tergantung pada pola jahitan pada kain, jenis benang , ukuran jarum rajut , dan ketegangan masing-masing rajutan (yaitu, seberapa banyak benang yang dibolehkan di antara jahitan).


  • Misalnya, pola ribbing dan kabel cenderung “menarik,” memberikan lebih banyak jahitan dengan lebar yang sama daripada pola stockinette, garter, atau jahitan biji. Bahkan jahitan yang sama yang diproduksi dengan dua cara berbeda dapat menghasilkan ukuran yang berbeda.
  • Benang yang lebih tebal dengan loft yang lebih sedikit biasanya menghasilkan jahitan yang lebih besar daripada benang yang lebih tipis (mengurangi jumlah jahitan per lebar dan panjang).
  • Jarum rajut yang lebih besar juga menghasilkan jahitan yang lebih besar, menghasilkan lebih sedikit jahitan dan baris per inci. Mengubah ukuran jarum adalah cara terbaik untuk mengontrol ukuran sendiri untuk pola dan benang yang diberikan.
  • Akhirnya, ketegangan knitter, atau seberapa erat satu rajutan, dapat mempengaruhi ukuran secara signifikan. Ukurannya bahkan dapat bervariasi dalam satu pakaian , biasanya dengan perajut pemula; saat perajut menjadi lebih terbiasa dengan pola jahitan, mereka menjadi lebih rileks dan membuat jahitan berbeda, menghasilkan ukuran yang berbeda.
  • Kadang-kadang pengukur sengaja diubah dalam pakaian, biasanya dengan mengubah ukuran jarum; misalnya, jahitan yang lebih kecil sering dibuat di kerah, manset lengan, ribging hemline atau tepi saku.


Pengukuran Gauge pada mesin dapat disesuaikan dengan mengubah ukuran jarum , tanpa mengubah pola, jahitan, benang, atau kebiasaan perajut. Jarum yang lebih besar menghasilkan ukuran yang lebih kecil (lebih sedikit jahitan per inci) dan jarum yang lebih kecil menghasilkan ukuran yang lebih besar (lebih banyak jahitan per inci).


Sumber :

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Gauge_(knitting)

Sep 24, 2021
Jenis Benang Rajut Untuk Membuat Sweater Rajut

Sama seperti membuat helaian kain, merajut pun perlu memilih benang yang disesuaikan dengan kebutuhan atau tujuan dibuatnya. Untuk membuat sweater rajut yang akan dipakai di badan, tentu membutuhkan bahan yang nyaman, hangat saat udara dingin, namun tidak gatal saat badan berkeringat atau bertemu udara panas.


Bahan rajutan atau jenis benang rajut yang sering digunakan biasanya adalah benang katun karena memenuhi kebutuhan di atas.


Berikut ini adalah sekilas penjelasan jenis benang rajut:


1. Katun


Merajut dengan benang katun memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang menyukainya dan ada yang tidak menyukainya. Sebenarnya tidak ada alasan kuat untuk tidak menggunakan benang ini, kecuali bagi yang mempunyai alergi terhadap benang jenis ini. Namun tentu ada baiknya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu agar dapat memilih benang yang sesuai dengan jenis rajutan yang akan dibuat.


Kelebihan Benang Katun:


  • Katun merupakan serat yang relatif ringan, cocok untuk pakaian musim panas dan perlengkapannya
  • Katun cukup nyaman di kulit dan dapat menyerap air serta udara sehingga kulit dapat bernapas lega
  • Katun dapat dengan mudah diwarnai dengan warna apa pun yang disukai
  • Katun kuat, tahan lama, dan dapat dicuci dengan mesin. Bahan katun yang lembut akan semakin lembut ketika berulang kali dicuci
  • Katun biasanya tidak mahal, namun tentu harga menentukan kualitas
  • Benang katun biasanya dapat dijalin dengan mudah dan tidak kusut
  • Katun menunjukan setiap rajutan, bisa positif atau negatif tergantung bagaimana perajutan hari itu


Kekurangan Benang Katun:


  • Beberapa warna khususnya warna merah, biru, dan hitam yang lebih gelap ketika dicuci bisa luntur sehingga dapat menjadi masalah ketika digabung dengan warna yang lebih cerah
  • Katun sangat menyerap air dan menjadi berat ketika basah sehingga dapat membuatnya melorot atau melar
  • Benang katun kadang licin
  • Katun tidak elastis, yang kadang membuat para perajut sedikit kesulitan untuk menjaga ketegangan, bahkan kadang dapat menjadi sangat keras
  • Katun yang dihasilkan dari penanaman konvensional mengandung banyak pestisida


Selain katun, ada berbagai macam benang lainnya yang juga sering digunakan sebagai bahan merajut:


2. Benang Wool


Benang yang terbuat dari bulu domba dan merupakan benang serat hewan yang paling terkenal, serbaguna, tahan lama dan elastis. Serat wool dapat ditarik 30 sampai 50 persen melampaui panjang aslinya tanpa mengalami kerusakan.


Sehingga pakaian yang terbuat dari wool mampu mempertahankan bentuk aslinya dan anti kusut. Wool juga isolator udara yang sangat baik, melindungi tubuh dari udara dingin atau panas. Wool mampu menyerap keringat dan menguapkannya secara bertahap, membuatnya nyaman dipakai sepanjang tahun.


3. Benang Akrilik


Kelebihan benang akrilik:


  • Tersedia dimanapun, online maupun offline
  • Harganya paling terjangkau dibandingkan wool, katun dan yang lainnya
  • Tahan lama dan awet dibandingkan dengan benang-benang yang lain
  • Dapat dicuci dengan mudah
  • Dapat dengan mudah dirajut
  • Aman bagi orang-orang yang alergi dengan benang wool atau serat hewani lainnya


Kekurangan Benang Akrilik:


  • Tekstur yang keras, tidak selembut serat alami
  • Mudah terbakar sehingga tidak dapat digunakan sebagai alas panic
  • Buatan manusia. Bagi orang-orang yang ramah lingkungan, akrilik tidak menjadi pilihan karena menggunakan bahan kimia dalam pembuatannya, berpotensi mengandung racun dan bahan pemicu kanker, serta mengandung minyak bumi yang dipercaya sebagai sumber daya alam tidak dapat diperbaharui


4. Benang Polyester


Benang polyester sangat mudah perawatannya. Bersifat anti kusut dan mampu mempertahankan bentuknya dengan baik. Terkadang juga digunakan sebagai campuran serat benang lainnya untuk menambah kekuatan benang.


5. Benang Nylon


Benang nylon dikenal juga dengan serat poliamid. Nylon ini sangat kuat, tahan lama, ringan, mudah perawatannya (dapat dicuci mesin dan dikeringkan), dan elastis. Kekurangan nylon ini adalah, gampang menggumpal.


6. Benang Cashmere


Benang cashmere terbuat dari bulu kambing angora yang berbulu panjang. Benang cashmere termasuk benang yang langka dan mahal, karena hanya bisa dipanen sekali dalam setahun dari bagian perut kambing cashmere.


7. Benang Serat Campuran


Selain ketiga jenis serat utama pembuat benang di atas, ada juga benang yang terbuat dari campuran dua atau tiga jenis serat. Misalnya 50% wool dan 50% akrilik, 70% wool dan 30% nylon, 80% katun dan 20% polyester dan sebagainya. Tujuan pembuatan benang serat campuran ini paling tidak ada dua, yaitu agar harga jual murah dan agar benang menjadi lebih kuat.


8. Rayon


Benang rayon termasuk benang semi sintetis, yang terbuat dari serat tumbuhan. Sifat benang rayon ini adalah mengkilat, lebih lembut di tangan dibanding katun dan “jatuh”, juga bobotnya lebih berat.


Karena sifatnya rayon cocok untuk produk wearable, atau produk yang jika digunakan, menempel langsung pada tubuh manusia. Meskipun begitu, produk berbahan rayon ini perlu sedikit perhatian khusus yaitu hanya boleh dicuci dengan air dingin, jangan pakai air panas. Benang rayon ini sangat mirip dengan viscose, bahkan ada yang menyebut mereka sebenarnya benang yang sama.


9. Viscose


Viscose merupakan jenis benang rayon semi-sintetis yang terbuat dari serat alami (wood cellulose). Kayu yang digunakan biasanya seperti beech, pinus, spruce, hemlock, eucalyptus, bamboo, soy, dan sugarcane.


Viscose disebut semi-sintetis karena dalam proses pembuatannya melibatkan banyak bahan kimia seperti natrium hidroksida dan karbon disulfida. Benang ini biasanya digunakan sebagai pengganti sutra karena memiliki drap dan kelembutan yang hampir sama. Dalam hal ramah lingkungan, viscose lebih baik daripada serat sintetis tetapi tidak sebagus serat alami.


Kain ini terlihat mewah, tetapi tidak terlalu mahal. Namun ada beberapa kelebihan dan kelemahan pada kain ini sehingga agak sulit untuk perawatannya.


Kelebihan


  • Viscose sangat mudah menyerap keringat sehingga terasa sejuk untuk pakaian musim panas.
  • Selain mudah menyerap keringat, viscose juga tidak menyerap panas.
  • Viscose memiliki warna yang lebih tahan lama meskipun dicuci beberapa kali.
  • Tekstur dan drap yang hampir sama dengan sutra membuatnya terasa nyaman.
  • Kain ini tidak memiliki sifat elastis namun masih bisa dicampur dengan spandek untuk kelenturan ekstra.
  • Berasal dari serat alami, membuat viscose sangat ringan.


Kekurangan


  • Serat benang viscose yang halus dapat memecah serat saat dicuci dengan mesin.
  • Kain yang menggunakan benang viscose dapat menyusut setiap kali ducuci.
  • Kualitas kain akan berkurang ketika terpapar sinar matahari.
  • Viscose rentan terhadap jamur.
  • Agak sulit menghilangkan noda di kain yang menggunakan benang viscose.